JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 244 kali gempa susulan terjadi dalam lima hari. Setelah gempa yang melanda Sumba, Nusa Tenggara Timur dengan kekuatan 5,5 magnitudo pada Rabu, 5 Agustus 2020 lalu.
Hari ini, juga terjadi gempa di Sumba dengan kekuatan 5,0 magnitudo tepat pada pukul 11:52:52 WIB, Lok:9.82 LS, 118.94 BT Kedalaman 10 Km, dirasakan di Tambolaka IV-V MMI, Waingapu III-IV MMI, Bima, Waibakul dan Waikabubak III MMI, Labuan Bajo II MMI.
“Hingga pukul 12.00 WIB, BMKG mencatat gempa sebanyak 244 kali,” ungkap Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui dalam keterangannya, Minggu (9/8/2020).

Daryono menjelaskan, rentetan gempa di Sumba ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar atau patahan lokal di dasar laut dengan mekanisme penyesaran turun (normal fault).
“Hasil analisis mekanisme sumber gempa Sumba Baratdaya ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” katanya.