Korban Jiwa Ledakan Beirut Bertambah Mencapai 200, Puluhan Masih Hilang

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 10 Agustus 2020 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 18 2259916 korban-jiwa-ledakan-beirut-bertambah-mencapai-200-puluhan-masih-hilang-ZI9CxX7crG.jpg Foto: EPA.

BEIRUT – Gubernur Beirut mengatakan bahwa lebih dari 200 orang diyakini tewas akibat ledakan dahsyat yang mengguncang Ibu Kota Lebanon itu pada Selasa (4/8/2020). Gubernur Marwan Abboud mengatakan puluhan orang masih hilang, banyak dari mereka adalah pekerja asing.

Militer Lebanon telah menghentikan fase penyelamatan dari operasi pencariannya di pelabuhan yang menjadi pusat ledakan, demikian diwartakan BBC.

Sementara demonstrasi dan kekerasan di Beirut masih terus berlangsung untuk malam kedua berturut-turut, ketika polisi bentrok dengan pengunjuk rasa yang marah atas tanggapan pemerintah terhadap insiden yang terjadi.

BACA JUGA: Mantan PM Lebanon Bantah Mengetahui Kiriman Bahan Kimia Penyebab Ledakan Beirut

Pengunduran diri dua menteri kabinet, beberapa anggota parlemen, serta pejabat negara gagal meredam amarah rakyat.

Sejak ledakan tersebut, ratusan ribu orang telah tinggal di rumah yang rusak parah, banyak di antaranya tanpa jendela atau pintu. Gubernur Abboud mengatakan ledakan itu telah menyebabkan hingga 300.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Badan-badan PBB telah memperingatkan tentang krisis kemanusiaan kecuali makanan dan bantuan medis segera dikirimkan.

BACA JUGA: Dampak Ledakan Beirut, 300.000 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Donor internasional menjanjikan bantuan USD297 juta ntuk Lebanon pada pertemuan puncak virtual pada Minggu (9/8/2020) yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. Mereka mengatakan dana itu harus "dikirim langsung ke penduduk Lebanon".

Pihak berwenang Lebanon mengatakan ledakan itu adalah hasil dari ledakan 2.750 ton amonium nitrat yang telah disimpan secara tidak aman di pelabuhan selama enam tahun.

Keputusan untuk menyimpan begitu banyak bahan peledak di gudang dekat pusat kota telah disambut dengan ketidakpercayaan dan kemarahan oleh banyak orang Lebanon, yang telah lama menuduh elit politik melakukan korupsi, penelantaran dan salah urus.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini