Akibat Pergaulan Bebas Ratusan Remaja "Terpaksa" Menikah

Era Neizma Wedya, iNews · Kamis 13 Agustus 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 340 2261628 akibat-pergaulan-bebas-ratusan-remaja-terpaksa-menikah-FVgcSaSCWO.jpg Ilustrasi

LUBUKLINGGAU - Sebanyak 297 remaja atau anak baru gede "terpaksa" menikah. Hal tersebut terungkap dari data Pengadilan Agama (PA) Kelas IB di Lubuklinggau.

Sepanjang Januari hingga Juli 2020, tercatat rata-rata dari 297 warga yang mengajukan permohonan dispensasi pernikahan dini akibat pergaulan bebas yang menyebabkan hamil di luar nikah.

Panitera Pengadilan Agama Kelas I B Lubuklinggau, Yuli Suryadi mengatakan dari 297 permohonan dispensasi nikah ini didominasi oleh warga Kota Lubuklinggau. "Untuk pastinya saya belum tahu, tapi saya kira dari tiga wilayah Lubuklinggau Mura dan Muratara paling banyak berasal dari Lubuklinggau karena status kota besar," kata Yuli, Kamis (13/8/2020).

Yuli juga mengungkapkan masalah peningkatan jumlah pemohon dispensasi nikah juga disebabkan berbagai sebab. Salah satunya, faktor pengaruh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Kondisi ini membuat remaja semakin mudah mengakses hal-hal yang berbau porno dan lain-lainnya, yang berpengaruh pada tindakan asusila.

"Hal ini mendorong kalangan remaja untuk semakin berani dan mudah tergoda dengan hal-hal yang berbau seksual. Terlebih mereka yang masuk usia remaja kerap kali ingin mencoba hal-hal baru," paparnya.

Ia menuturkan, angka permohonan dispensasi nikah sejak Januari hingga Agustus sempat mengalami penurunan diawal bulan April ada 5 dan bulan Mei ada 9. Karena saat itu awal pandemi virus corona dan pelayanan pun ditutup sementara.

Baca Juga : 27 Pegawai Positif Corona, 7 di Antaranya Hakim Pengadilan Agama

Baca Juga : Lecehkan Polwan, Oknum Kasat Reskrim Polres Selayar Sulsel Dinonaktifkan

"Kemudian sejak pelayanan di era new normal kembali mengalami peningkatan yang signifikan yakni di bulan Juni 65 permohonan dan di bulan Juli sebanyak 66 permohonan," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, permohonan dispensasi nikah tahun 2020 ini jauh meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2019 lalu yang hanya 85 permohonan dalam kurun waktu priode yang sama.

"Meningkatnya tahun ini selain memang banyaknya permohonan karena pergaulan bebas, juga dipengaruhi oleh faktor usia perkawinan mengalami peningkatan yang sebelumnya berusia 17 tahun saat ini menjadi 19 tahun," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini