Respon Deklarasi UEA-Israel, Palestina Serukan Pertemuan Darurat OKI dan Liga Arab

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 14 Agustus 2020 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 18 2262393 respon-deklarasi-uea-israel-palestina-serukan-pertemuan-darurat-oki-dan-liga-arab-j2bNbF7lRu.jpg Foto: Reuters.

JAKARTA – Pemimpin Palestina menyerukan digelarnya pertemuan darurat Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menanggapi disepakatinya normalisasi hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, UEA dan Israel, dengan ditengahi Amerika Serikat (AS) menyepakati normalisasi hubungan secara penuh, sebagai ganti penangguhan rencana sementara aneksasi bagian Tepi Barat yang diduduki. Dengan kesepakatan itu, UEA menjadi negara Arab ketiga yang menyetujui perjanjian damai dengan Israel setelah Mesir dan Yordania.

BACA JUGA: UEA dan Israel Sepakati Perjanjian Damai, Normalisasi Hubungan

Pemimpin Palestina menyatakan menolak dan mengecam deklarasi normalisasi hubungan kedua negara itu, menganggap langkah UEA tersebut menghancurkan inisiatif perdamaian Arab dan KTT Arab dan Islam, serta legitimasi internasional. Deklarasi itu juga dipandang sebagai agresi terhadap rakyat Palestina, pengabaian hak dan kesucian Palestina, terutama Yerusalem dan kemerdekaan Negara Palestina di perbatasan 4 Juni 1967.

Pemimpin Palestina menolak menukar penangguhan aneksasi ilegal untuk normalisasi UEA dan menggunakan isu Palestina sebagai kedok untuk tujuan itu.

Tindakan UEA itu juga dianggap sebagai pengkhianatan terhadap Yerusalem, Al Aqsa, dan perjuangan Palestina, dan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

BACA JUGA: Palestina Kecam Kesepakatan Damai UEA-Israel Sebagai Pengkhianatan

“Dalam menghadapi perkembangan berbahaya ini, para Pemimpin Palestina menyerukan segera diadakannya sesi darurat Liga Arab serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menolak deklarasi ini,” demikian disampaikan Kedutaan Palestina di Jakarta dalam keterangan pers yang diterima Okezone. Jumat (14/8/2020).

Pemimpin Palestina menuntut UEA untuk menarik diri dari deklarasi normalisasi hubungan dengan Israel itu dengan segera.

Lebih lanjut Pimpinan Palestina menyerukan komunitas internasional untuk mematuhi hukum internasional dan resolusi legitimasi internasional yang menjadi dasar untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Ditekankan juga bahwa perdamaian hanya dapat dicapai dengan penghentian total kependudukan dan penjajahan Israel di wilayah Palestina.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini