Mulut Dibekap dan Kaki Diikat, Gadis di Sumsel Diperkosa Ayah Tirinya

Era Neizma Wedya, iNews · Minggu 16 Agustus 2020 23:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 16 610 2263178 mulut-dibekap-dan-kaki-diikat-gadis-di-sumsel-diperkosa-ayah-tirinya-IRlWaoDNml.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

OKI - Seorang ayah berinisial AN, di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan tega memerkosa anak tirinya yang masih remaja. Bahkan, saat melakukan tindakan asusila itu pelaku membekap mulut serta mengikat kedua kaki korban.

Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Pelupessy, melalui Kasat Reserse Kriminal, AKP Agus Prihandika, mengatakan, tindak pemerkosaan itu terjadi pada Kamis 16 April 2020 lalu di Kecamatan Mesuji Makmur. Saat itu, pelaku mengambil kesempatan saat istrinya atau ibu korban pergi ke kebun.

"Jadi, di rumah saat itu hanya tinggal pelaku, bersama korban dan adiknya," katanya, Minggu (16/8/2020).

Baca Juga:  Pelaku saat Memperkosa Perempuan di Bintaro dalam Kondisi Mabuk

Dikatakan Agus, pelaku dengan mudah masuk ke kamar korban yang hanya tertutup tirai tanpa pintu, yang mana posisi korban tengah tertidur. Pelaku pun langsung membekap mulut korban dan mengikat kedua kakinya menggunakan kain ke tiang rumah dan lemari.

"Melihat korban tak berdaya, pelaku pun dengan leluasa melakukan tindak pemerkosaan itu," katanya.

Setelah melakukan tindakan cabul itu, pelaku mengancam akan menganiaya korban jika berani menceritakan apa yang telah dialaminya. Hal itu pun sempat membuat korban trauma dan takut.

Setelah cukup lama berlalu, korban memutuskan pergi bersama dengan bibinya untuk tinggal di rumah kakeknya. Saat itulah korban memberanikan diri menceritakan perbuatan cabul yang telah dilakukan oleh ayah tirinya itu untuk selanjutnya melaporkan kasus ini ke polisi.

"Usai menerima laporan dan melakukan penyelidikan, pelaku akhirnya ditangkap pada Kamis (13 Agustus 2020) sekitar pukul 21.00 WIB, saat berada di rumahnya," katanya.

Baca Juga:  Kasus ABG "Digilir" Berujung Maut, 8 Pelaku Ternyata Sudah Susun Rencana 

Selain itu, pelaku juga telah mengakui tindakan asusila yang dilakukannya. Atas perbuatannya itu, yang bersangkutan akan dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1) Jo Pasal 81 Ayat (3) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah penganti Undang-Undang Nomor 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini