Anggota Hizbullah Divonis Bersalah Atas Pembunuhan Mantan PM Lebanon

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 19 Agustus 2020 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 18 2264294 anggota-hizbullah-divonis-bersalah-atas-pembunuhan-mantan-pm-lebanon-8UDDr9X7Yx.jpg Ilustrasi.

BEIRUT - Pengadilan yang didukung PBB pada Selasa (18/8/2020) memutuskan seorang anggota Hizbullah bersalah atas pembunuhan mantan perdana menteri Lebanon Rafik Hariri pada 2005. Namun, pengadilan membebaskan tiga anggota Hizbullah lainnya dari tuduhan keterlibatan dalam serangan bom truk yang juga merenggut 21 nyawa lainnya itu.

Pengadilan memutuskan bahwa Salim Jamil Ayyash, (56), adalah "penjahat utama dalam pembunuhan Hariri dan rekan konspirator dalam rencana untuk melakukan tindakan teroris".

Putusan dari Pengadilan Khusus PBB untuk Lebanon di Belanda itu diumumkan lebih dari 15 tahun setelah Hariri terbunuh dan 13 tahun setelah pengadilan memulai penyelidikannya.

BACA JUGA: 13 Tahun Lalu, Mantan PM Lebanon Terbunuh dalam Ledakan Bom

Dalam putusannya, pengadilan mengatakan bahwa Ayyash "memiliki hubungan organisasi dengan Hizbullah" dan bahwa Hizbullah dan Suriah telah "diuntungkan dari pembunuhan itu".

Tiga terdakwa lainnya - Assad Hassan Sabra, (43), Hussein Hassan Oneissi, (46), dan Hassan Habib Merhi, (54), dibebaskan dari keterlibatan apa pun dalam kejahatan tersebut karena "bukti yang tidak cukup".

Namun, pengadilan memutuskan bahwa pembunuhan Hariri bermotif politik dan "tindakan terorisme yang dirancang untuk menimbulkan ketakutan pada penduduk Lebanon".

Ayash diadili secara in absentia akan divonis pada Jumat (21/8/2020).

BACA JUGA: Diduga Khawatir Akan Nyawanya, PM Lebanon Mengundurkan Diri Secara Mengejutkan

Putra Rafik Hariri, mantan Perdana Menteri Saad Hariri mengatakan bahwa keluarganya menerima putusan pengadilan tersebut.

“Waktu untuk kejahatan politik yang tidak dihukum sudah berakhir. Kami tidak akan istirahat sampai hukuman diterapkan,” katanya sebagaimana dilansir Arab News. “Kami tidak akan melepaskan hak kami. Rakyat Lebanon menginginkan kebenaran dan keadilan. "

Hakim Pengadilan Khusus David Re, dibantu oleh hakim lainnya, menyampaikan ringkasan lebih dari 3.000 makalah yang merinci keputusan pengadilan.

“Pembunuhan Hariri adalah aksi teroris, dilakukan dengan maksud membuat panik. Tujuan yang diinginkannya adalah untuk mengguncang Lebanon secara umum dan membunuh banyak orang,” demikian disampaikan pengadilan.

Mantan PM Lebanon Rafic Hariri. (Foto: Wikipedia)

“Bukti menunjukkan bahwa pembunuhan Hariri memiliki hubungan politik, tapi tidak membuktikan siapa yang memerintahkan pembunuhannya. Pembunuhan ini merupakan tindakan politik yang diarahkan oleh mereka yang memandang Hariri sebagai ancaman bagi aktivitas mereka. ”

Pengadilan menemukan bahwa "Hizbullah dan Suriah mendapat keuntungan dari pembunuhan Hariri, tetapi tidak ada bukti bahwa para pemimpin partai dan Suriah bertanggung jawab atas pembunuhan itu". Kelompok Hizbullah telah menolak terlibat dalam pembunuhan Hariri.

Rafik Hariri, seorang Sunni, adalah seorang pengusaha miliarder yang menjabat sebagai perdana menteri Lebanon lima kali setelah perang saudara 1975-90.

Masa jabatan terakhirnya berakhir pada 2004, setelah itu dia bersekutu dengan oposisi di parlemen dan mendukung seruan agar Suriah menarik pasukannya, yang telah berada di Lebanon sejak 1976.

Pada pagi hari 14 Februari 2005, Hariri sedang dalam perjalanan dengan iring-iringan mobil melewati Hotel St George di pusat Ibu Kota Beirut ketika sebuah bom yang disembunyikan di dalam sebuah van meledak.

Ledakan tersebut menciptakan lubang dengan lebar setidaknya 10 meter dan kedalaman 2 meter di jalan, dan menyebabkan kendaraan di dekatnya membara dan bagian depan toko meledak dan menghitam.

Pembunuhan itu memicu puluhan ribu orang turun ke jalan sebagai protes terhadap pemerintah pro-Suriah, dan menuduh Suriah bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Pemerintah Lebanon mengundurkan diri dua minggu kemudian dan pasukan Suriah mundur pada April itu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini