Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berpidato di Konvensi Nasional Partai Republik, Menlu AS Picu Desakan Investigasi

Agregasi VOA , Jurnalis-Kamis, 27 Agustus 2020 |09:11 WIB
Berpidato di Konvensi Nasional Partai Republik, Menlu AS Picu Desakan Investigasi
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. (Foto: Departemen Luar Negeri AS)
A
A
A

CHARLOTTE - Pidato yang disampaikan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo dalam Konvensi Nasional Partai Republik telah memicu kritik dari Partai Demokrat yang menyerukan diadakannya penyeldikan atas apa yang mereka sebut partisipasi "yang sangat tidak biasa" dalam sebuah acara partisan.

 Pompeo sedang dalam lawatan ke Timur Tengah pekan ini dan melakukan kunjungan pertama di Yerusalem saat menyampaikan pidato yang ditampilkan dalam Konvensi Partai Republik.

Dalam pidatonya, ia memuji kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden Donald Trump, dengan menyebut tentang keputusan Trump untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, perundingannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, upaya-upayanya mengalahkan kelompok ISIS dan menentang apa yang disebut Pompeo sebagai “agresi predator” China.

BACA JUGA: Konvensi Partai Republik Akan Calonkan Trump untuk Masa Jabatan Kedua

Sebelum pidatonya diputar dalam siaran konvensi pada Selasa (25/8/2020) malam, pernyataan Pompeo menarik perhatian bagi Demokrat, termasuk anggota Kongres Joaquin Castro, yang menyerukan investigasi.

Castro, yang memimpin Subkomite Hubungan Luar Negeri mengenai Pengawasan dan Investigasi di DPR AS, mengirim surat kepada Deputi Menteri Luar Negeri Stephen Biegun, yang meminta jawaban tertulis atas pertanyaan-pertanyaannya dan penjelasan dari Departemen Luar Negeri AS selambatnya tanggal 1 September.

“Sangat tidak biasa, dan kemungkinan besar belum pernah terjadi sebelumnya, seorang menteri luar negeri yang sedang menjabat berbicara dalam suatu konvensi partai bagi salah satu partai politik,” kata Castro sebagaimana dilansir VOA. “Tampaknya ini juga ilegal,” lanjutnya.

BACA JUGA: Jelang Aneksasi Tepi Barat, Presiden Palestina Tolak Angkat Telepon Menlu AS

Castro mengatakan ia ingin mengetahui sumber daya Departemen Luar Negeri yang mungkin digunakan untuk menggelar pidato itu, apakah ada pegawai departemen yang terlibat, dan apakah tim sukses Trump, partai Republik atau organisasi luar lainnya akan menutup biaya perjalanan Pompeo ke Israel.

Dia menulis bahwa Pompeo sedang dalam perjalanan dinas yang dibiayai oleh semua pembayar pajak Amerika tanpa basis politik sewaktu pidato itu direkam. Pompeo juga kemungkinan besar sedang dalam dinas resmi sewaktu pidato itu ditayangkan di RNC, tulis Castro.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement