Masuk 10 Besar Kandidat Capres 2024, Risma: Saya Enggak Kuat Bayar Survei

Agregasi Sindonews.com, · Jum'at 28 Agustus 2020 23:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 519 2269262 masuk-10-besar-kandidat-capres-2024-risma-saya-enggak-kuat-bayar-survei-260KRnbPeC.jpg Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto : Okezone.com)

SURABAYA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) tak bisa tidur. Saat berada di Kota Pahlawan, Bamsoet menyebutkan kalau survei elektabilitas yang terdiri dari beberapa kepala daerah, Risma masih terus berada dalam 10 besar Calon Presiden RI 2024.

Risma mengatakan, dirinya tak pernah membayangkan bisa masuk dalam 10 besar survei elektabilitas Calon Presiden 2024 yang disampaikan Bamsoet tersebut. Bahkan, dia sendiri tidak mengerti siapa yang membuat survei elektabilitas itu.

"Saya tahu siapa saya, dan saya tidak mungkin kuat buat bayarin untuk membuat survei dan sebagainya, tidak mungkin. Saya tidak punya kapasitas keuangan untuk aku melakukan survei atau niatan apa itu, yang jelas jauh dijangkauan saya dan saya sadar siapa saya," kata Risma dilansir dari Sindonews.com, Jumat (28/8/2020).

Menurut dia, apabila ada surveyor yang menyatakan elektabilitas dia masuk dalam 10 besar Calon Presiden RI 2024, maka itu bukan keinginan atau kemauannya. "Karena itu, kalau ada yang melakukan survei itu bukan saya yang minta dan bukan kemauan saya. Saya juga tahu kapasitas kemampuan saya seperti apa," ucap dia.

Risma menegaskan, dirinya tidak pernah bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang Presiden RI. Sebab menurut dia, menjadi wali kota tanggung jawabnya saja sangat berat, apalagi seorang Presiden yang memimpin seluruh Indonesia.

"Saya tidak pernah bermimpi, bahkan ketika jadi Wali Kota Surabaya tak pernah berani membayangkan. Karena tanggungjawabnya berat, bukan hanya di dunia ini. Karena saya harus pertanggungjawabkan itu di hadapan Tuhan," kata dia.

Baca Juga : Calonkan Cucu Ma'ruf Amin di Pilkada Karawang, Ini Penjelasan PDIP

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini kembali menegaskan, selama ini dia tak pernah membayangkan ingin maju sebagai Presiden, apalagi menginisiasi survei elektabilitas Calon Presiden RI. Menurut dia, daripada menyuruh orang membuat survei, lebih baik uang tersebut dimanfaatkan untuk membantu keluarga atau anak-anak kurang mampu.

"Dari pada saya buat survei, mending saya kasihkan ke anak-anak yang lain, yang banyak ditinggalkan orang tua kena Covid-19 dan sebagainya. Jadi saya tidak tahu siapa yang melakukan survei itu," pungkas dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini