Aksi Bakar Alquran Picu Kerusuhan di Kota Swedia

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 31 Agustus 2020 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 18 2270083 aksi-bakar-alquran-picu-kerusuhan-di-kota-swedia-kOOTPtVwC5.jpg Foto: EPA.

MALMO – Kerusuhan pecah di Kota Malmo, Swedia setelah terjadi pembakaran kitab suci Alquran di sebuah protes ilegal di kota itu. Polisi dan demonstran penentang pembakaran Alquran terlibat bentrokan yang berlangsung selama berjam-jam.

Berdasarkan laporan media lokal, yang dilansir Al Jazeera, demonstran di Malmo melemparkan batu ke arah polisi dan membakar ban di jalanan pasca pembakaran aksi Alquran pada Jumat malam (28/9/2020). Semakin malam kekerasan di kota itu dilaporkan makin meningkat.

Juru Bicara Polisi Rickard Lundqvist mengatakan, demonstrasi sekira 300 orang itu terkait dengan protes pada Jumat di mana aktivis sayap kanan membakar salinan kitab suci Muslim itu di Rosengard, lingkungan yang sebagian besar penghuninya migran.

BACA JUGA: Politikus Garis Keras Denmark Umumkan Rencana Bakar Kitab Suci di Swedia

Sebelumnya pada Jumat, polisi melarang politisi sayap kanan Denmark Rasmus Paludan menghadiri kampanye pembakaran Alquran, namun pendukungnya tetap menggelar aksi itu. Enam orang pendukung Paludan ditangkap terkait aksi ilegal tersebut.

Awal bulan ini Paludan mengumumkan rencana aksi bakar Alquran itu melalui posting di Facebook. Dia mengatakan aksi tersebut adalah “pembelaan terhadap saudara-saudaranya Swedianya” yang dia anggap tersingkir dengan kedatangan imigran.

Tahun lalu dia menarik perhatian media karena membakar Alquran yang dibungkus dengan daging babi, yang dilarang dikonsumsi dalam Islam.

BACA JUGA: Kelompok Anti-Islam Gelar Pameran Karikatur Nabi di Inggris

Sementara pada Juni, Paludan dijatuhi hukuman tiga bulan penjara di Denmark atas berbagai pelanggaran undang-undang ujaran kebencian negara itu.

Antara 10 dan 20 pengunjuk rasa ditangkap Jumat malam karena kekerasan itu dan "semuanya telah dibebaskan," kata juru bicara polisi Patric Fors kepada AFP. Kekerasan telah mereda pada Sabtu pagi.

Shahed, seorang warga Muslim di Malmo mengatakan bahwa kerusuhan itu bukan hal yang dibenarkan, tetapi dia menambahkan bahwa insiden itu tidak akan terjadi jika tidak ada pembakaran Alquran.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini