Kantor berita Wafa melaporkan, hampir 25 pasien dan dokter membutuhkan perawatan akibat asap tersebut.
Barbarawy mengatakan pasien yang menderita sesak napas kini dalam kondisi stabil namun bau gas air mata masih bisa dirasakan di rumah sakit. Dia menambahkan bahwa tidak ada alasan bagi tentara Israel untuk melakukan serangan tersebut.
BACA JUGA: Israel Kembali Serang Gaza, Militan Balas dengan Tembakan Roket
Rami Al-Qawasmi, direktur Kementerian Kesehatan Palestina di Hebron, mengutuk serangan Israel itu, menyerukan masyarakat internasional untuk menekan negara pendudukan agar menghentikan pelanggarannya terhadap warga Palestina.
Menurut laporan Times of Israel, tentara Israel mengklaim "tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam rumah sakit".
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.