Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Kuliah, Rektor UIN Sumut Jadi Tersangka

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Rabu 02 September 2020 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 608 2271320 dugaan-korupsi-pembangunan-gedung-kuliah-rektor-uin-sumut-jadi-tersangka-octFWj6mUj.jpg Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja. Foto: dok.Okezone

MEDAN - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara menetapkan status tersangka terhadap Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Prof Saidurahman.

Saidurahman ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu di Kampus II UIN Sumut pada tahun anggaran 2018. Akibat dugaan korupsi itu, negara dirugikan hingga Rp10 miliar.

Kepala Bidang Humas pada Polda Sumatera Utara Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, Saidurahman ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya, yakni SS dan JS.

"SS merupakan Pejabat Pembuat Komitmen dari UIN Sumut. Sementara JS merupakan Direktur PT Multi Karya Bisnis, kontraktok yang mengerjakan proyek pembangunan gedung tersebut," jelas Tatan.

Tatan menjelaskan, penetapan Rektor UIN Sumut dan kedua orang lainnya sebagai tersangka didasarkan pada hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Utara. Dari audit bernomor R-64 / PW02 / 5.1 / 2020 tertanggal 14 Agustus 2020 ditemukan kerugian sebesar Rp10.350.091.337,98 dari total nilai proyek yang mencapai Rp44.973.352.460,9.

"Dalam perkara tersebut, kita amankan barang bukti berupa kontrak dan dokumen pelaksanaan kegiatan pembangunan gedung kuliah terpadu UIN Sumut Medan tahun 2018. Dokumen-dokumen pelaksanaan pencairan anggaran, laporan hasil pemeriksaan audit fisik oleh tim ahli dari ITS Surabaya, LHP PKKN BPKP Perwakilan Sumut," terang Tatan.

Tatan menjelaskan, perkara tersebut berawal pada Juli 2017. Saat itu Rektor UINSU Medan Saidurahman memerintahkan Kabag Perencanaan dan Keuangan untuk membuat Proposal Pengajuan Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu di UINSU Medan kepada Kementerian Agama RI dengan surat Rektor UIN Sumatera Utara Nomor : B.305 / Un.11.R2 / B.II.b / KS.02 / 07 / 2017, tanggal 4 Juli 2017.

"Jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan itu senilai Rp49.999.514.721,00, yang kemudian disetujui oleh Kementerian Agara RI sebesar Rp. 50 miliar," tukas Tatan.

Dalam proses pembangunannya, PT MBP ditunjuk sebagai pengembang. Akan tetapi pembangunan yang dilakukan PT MBP sejak 2018 itu belum selesai hingga sekarang.

Pembangunan gedung itu pun mangkrak. Padahal negara telah membayar 100 persen. Dari sana, polisi menyelidiki kasus ini dan akhirnya menetapkan ketiganya menjadi tersangka.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini