Dihantam Topan Maysak, Kapal Pembawa 6.000 Ternak Hilang di Lepas Pantai Jepang

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 03 September 2020 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 18 2271909 dihantam-topan-maysak-kapal-pembawa-6-000-ternak-hilang-di-lepas-pantai-jepang-uiEsMtXNzE.jpg Seorang awak kapal diselamatkan setelah terlihat mengambang di air dengan jaket oranye. (Foto: Penjaga Pantai Jepang)

SATU orang telah diselamatkan setelah sebuah kapal kargo yang membawa hampir 6.000 ternak terbalik di lepas pantai Jepang pada Rabu (2/9/2020). Puluhan awak kapal lainnya masih dilaporkan hilang.

The Gulf Livestock 1 mengirimkan panggilan darurat di dekat pulau Amami Oshima di barat daya Jepang, setelah Topan Maysak menghantam wilayah itu dengan kecepatan angin hingga 126kmh. Menurut awak kapal yang berhasil diselamatkan, mesin kapal mengalami kerusakan karena diterjang ombak, menyebabkan kapal terbalik.

BACA JUGA: Topan Terkuat 2020, Maysak, Akan Landa Korea Selatan

Foto-foto dari tempat kejadian menunjukkan seorang pria sendirian, mengenakan jaket pelampung oranye ditarik ke atas perahu kecil dengan tali.

Pencarian kru dan kapal lainnya berlanjut dengan pesawat dan kapal patroli, di tengah gelombang tinggi dan angin kencang dari badai.

Kapal tersebut telah meninggalkan Napier, Selandia Baru pada 14 Agustus, membawa 5.867 ternak dan 43 awak kapal. Menurut keterangan pejabat Selandia Baru yang dilansir Sky News, Gulf Livestock 1 bertolak menuju ke Pelabuhan Jingtan di Tangshan, China, dengan perjalanan diperkirakan memakan waktu 17 hari.

Sekira 39 awak kapal berasal dari Filipina, dengan dua dari Australia dan dua dari Selandia Baru.

Kapal berbendera Panama yang dibangun pada 2002 itu dimiliki oleh Rahmeh Compania Naviera SA yang berbasis di Yordania. Sementara pengelolaan kapal itu dijalankan oleh Hijazi & Ghosheh Co.

BACA JUGA: Muncul Setelah Diisukan Koma, Kim Jong-un Peringatkan Korut Tentang Covid-19 dan Topan

"Sapi-sapi ini seharusnya tidak pernah berada di laut," kata organisasi hak-hak hewan SAFE.

"Ini adalah krisis yang nyata, dan pikiran kami tertuju pada keluarga 43 awak yang hilang bersama kapal. Tapi pertanyaan tetap ada, termasuk mengapa perdagangan ini dibiarkan berlanjut. "

Pemerintah Selandia Baru melakukan tinjauan terhadap ekspor hewan hidup setelah ribuan hewan yang diekspor mati dalam perjalanan sepanjang 2019. Industri ekspor hewan hidup di negara itu diperkirakan bernilai sekira NZ$54 juta setahun.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini