Share

Pentagon: China Akan Gandakan Senjata Nuklirnya Dekade Mendatang

Agregasi VOA, · Kamis 03 September 2020 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 18 2272090 pentagon-china-akan-gandakan-senjata-nuklirnya-dekade-mendatang-MARWs0fNqc.jpg Foto: Xinhua.

WASHINGTON โ€“ Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon memperkirakan China akan menggandakan cadangan hulu ledak nuklirnya selama dekade berikutnya. Dalam laporan terbaru itu, Pentagon memperkirakan Beijing akan meningkatkan kemampuannya untuk melakukan serangan nuklir melalui darat, laut dan udara.

Dalam laporan tahunan berjudul "Kekuatan Militer Chinaโ€ yang dirilis kepada Kongres pada Selasa (1/9/2020), Pentagon mengatakan modernisasi dan perluasan kekuatan nuklir China merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengimbangi dan bahkan melampaui militer Amerika pada 2049 sebagai kekuatan dominan di kawasan Indo-Pasifik.

BACA JUGA: Rudal Nuklir Baru China Disebut Mampu Tembus Semua Sistem Pertahanan AS

Laporan itu mengatakan jumlah hulu ledak nuklir China saat ini diperkirakan melebihi 200 termasuk yang bisa dipasang ke rudal balistik yang mampu mencapai Amerika.

Wakil Asisten Menteri Pertahanan Chad Sbragia pekan ini mengatakan kepada wartawan bahwa laporan itu merupakan yang pertama kalinya Pentagon menyatakan jumlah hulu ledak China.

"Kita jelas prihatin dengan jumlahnya, juga lintasan perkembangan besar-besaran nuklir China," kata Sbragia sebagaimana dilansir VOA.

BACA JUGA: Media China: Beijing Perlu Tambah Senjata Nuklirnya untuk Hadapi Agresi AS

Senjata nuklir AS yang diperkirakan memiliki 3.800 hulu ledak berstatus aktif, jauh melampaui persenjataan China. AS memiliki kapal selam dan pesawat yang mampu mengirim serangan nuklir, bersama dengan rudal balistik antarbenua ke daratan.

China tidak memiliki kemampuan untuk meluncurkan senjata nuklir dari udara, tetapi Pentagon mengatakan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) secara terbuka akhir tahun lalu mengungkapkan pembom H-6N sebagai pesawat pengebom nuklir pertamanya yang bisa mengisi bahan bakar di udara.

(dka)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini