"Sejak serangan itu, kami secara signifikan membatasi akses ke alat dan sistem internal kami untuk memastikan keamanan akun yang sedang berlangsung saat kami menyelesaikan penyelidikan," kata Twitter.
Meskipun jelas bagi banyak orang bahwa itu adalah penipuan, para peretas menerima ratusan transfer, bernilai lebih dari USD100.000 (sekira Rp1,48 miliar).
Mata uang kripto sangat sulit dilacak dan akun yang digunakan penjahat dunia maya dengan cepat dikosongkan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.