Akun Twitter PM India Diretas, Minta Sumbangan Mata Uang Kripto

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 03 September 2020 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 18 2272140 akun-twitter-pm-india-diretas-minta-sumbangan-mata-uang-kripto-bh2DrdWACF.jpg Perdana Menteri India Narendra Modi. (Foto: ANI)

AKUN situs web pribadi Perdana Menteri India, Narendra Modi telah diretas, demikian diumumkan Twitter. Serangkaian tweet yang dikirim dari akun tersebut meminta pengikutnya untuk menyumbangkan mata uang kripton ke rekening dana bantuan.

Ini adalah pelanggaran keamanan akun Twitter terkenal terbaru setelah serangan serupa yang terjadi pada Juli melibatkan akun milik Calon Presiden AS, Joe Biden dan miliarder pendiri Tesla Elon Musk.

Akun dengan lebih dari 2,5 juta pengikut, yang diretas itu adalah akun Twitter resmi untuk situs pribadi PM Modi. Sementara akun Twitter pribadi Modi, yang memiliki lebih dari 61 juta pengikut, tidak terpengaruh peretasan.

BACA JUGA: Puluhan Akun Twitter Tokoh Terkenal Diretas untuk Promosikan Penipuan Mata Uang Kripto

Tweet dari akun tersebut, yang sekarang telah dihapus, meminta pengikut untuk menyumbangkan mata uang kripto ke Dana Bantuan Nasional Perdana Menteri.

"Kami secara aktif menyelidiki situasinya. Saat ini, kami tidak mengetahui ada akun tambahan yang terkena dampak," kata juru bicara Twitter kepada BBC dalam pernyataan yang dikirim melalui email.

Kurang dari dua bulan lalu Twitter mengatakan 130 akun telah menjadi sasaran serangan cyber besar-besaran terhadap akun selebriti. Tetapi hanya "sebagian kecil" dari 130 akun tersebut yang telah dikendalikan oleh penyerang.

BACA JUGA: Peretasan Twitter, Hacker Ambil Informasi Pribadi Milik 8 Akun

Pelanggaran keamanan membuat akun termasuk milik Barack Obama, Elon Musk, Kanye West dan Bill Gates men-tweet penipuan Bitcoin ke jutaan pengikut. FBI dipanggil untuk menyelidiki.

Penipuan yang jelas menyebar ke akun selebriti arus utama seperti Kim Kardashian West dan perusahaan Apple dan Uber. Pelaku dapat melewati keamanan akun karena mereka telah memperoleh akses ke alat administrasi internal Twitter.

"Sejak serangan itu, kami secara signifikan membatasi akses ke alat dan sistem internal kami untuk memastikan keamanan akun yang sedang berlangsung saat kami menyelesaikan penyelidikan," kata Twitter.

Meskipun jelas bagi banyak orang bahwa itu adalah penipuan, para peretas menerima ratusan transfer, bernilai lebih dari USD100.000 (sekira Rp1,48 miliar).

Mata uang kripto sangat sulit dilacak dan akun yang digunakan penjahat dunia maya dengan cepat dikosongkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini