Banjir dan Longsor di Melawi, Bocah 15 Tahun Meninggal Usai Tabrak Tiang Listrik

Ade Putra, Okezone · Selasa 08 September 2020 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 340 2274324 banjir-dan-longsor-di-melawi-bocah-15-tahun-meninggal-usai-tabrak-tiang-listrik-lhTz2K34ME.jpg Banjir di Melawi Kalbar (Foto: BPBD Melawi)

MELAWI - Bencana alam banjir dan longsor juga terjadi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat sejak Minggu, 6 September 2020.

Curah hujan dengan intensitas cukup tinggi menyebabkan empat desa dari dua kecamatan di Melawi terendam. Bahkan, bocah 15 tahun menjadi korban usai menabrak tiang listrik yang tumbang.

Kepala BPBD Kabupaten Melawi Drs Gusti Syafarudin menerangkan, bencana banjir ini terjadi di Kecamatan Sayan dan Pinoh Selatan. "Ada empat desa yang terdampak banjir," jelas Syafarudin, Selasa (8/9/2020).

Ia merincikan, di Desa Pintas ada 150 KK rumah yang terdampak dan 412 jiwa. Di Desa Bora ada 300 KK dan 1251 jiwa yang terdampak. Kemudian di Desa Kasai ada 120 KK dan 375 jiwa yang terdampak. Lalu di Desa Mekar Pelita ada 215 KK dengan jumlah jiwa 721 orang yang terdampak.

"Di Desa Mekar Pelita, ada satu korban meninggal dunia. Korban ini menabrak tiang listrik yang tumbang karena longsor," jelasnya.

Korban jiwa ini bernama Radianto. Bocah 15 tahun ini merupakan warga Desa Bora, Kecamatan Sayan. Korban meninggal dunia setelah menabrak tiang listrik tumbang ke jalan karena tanah longsor ke ruas jalan provinsi, pada Minggu pukul 02.00 Wib. "Oleh pihak keluarga, korban sudah dimakamkan," terangnya.

Saat ini, kata Syafarudin, kondisi air semakin meninggi. Karena cuaca ekstrim ditambah curah hujan yang diprediksi cukup tinggi. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk waspada. Pihaknya bersama stakeholder terus melakukan upaya penanggulangan dan menyalurkan bantuan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini