"Para teroris dan pendukung asing mereka tidak dapat merusak keyakinan kuat rakyat pada perdamaian, demokrasi dan masa depan cerah negara kami," kata Ghani dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir BBC.
Delegasi Uni Eropa di Afghanistan mengutuk serangan itu, menyebutnya sebagai "tindakan putus asa oleh perusak upaya perdamaian, yang harus dihadapi secara kolektif".
Para pejabat Afghanistan diperkirakan akan memulai pembicaraan yang lama tertunda dengan Taliban dalam beberapa hari mendatang di Doha, Qatar, dalam upaya mencapai rekonsiliasi politik setelah bertahun-tahun pertumpahan darah.