Diduga karena Gas Alam, Hutan Gunung Tangkuban Parahu Terbakar

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 09 September 2020 04:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 525 2274752 diduga-karena-gas-alam-hutan-gunung-tangkuban-parahu-terbakar-d7jiAMzWT7.jpg Petugas sedang memadamkan api di Gunung Tangkuban Parahu (Foto: Doc Perhutani)

BANDUNG BARAT - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di wilayah hutan yang masuk teritorial Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara, Selasa 8 September 2020 sore.

Lokasi kebakaran tersebut tepatnya berada di Petak 44 A, RPH Cisarua, BKPH Lembang, atau masuk wilayah administratif Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Berdasarkan informasi yang didapat SINDOnews, kebakaran tersebut baru diketahui pada Selasa sekitar pukul 17.00 WIB. Informasi awal menyebutkan, kebakaran tersebut berasal dari gas alam aktif Gunung Tangkuban Parahu. Luas lahan yang terbakar sekitar 0,5 hektare yakni berupa alang-alang dan paku andam.

Baca Juga:  91 Hektare Lahan di Ogan Ilir Sumsel Hangus Terbakar 

Petugas KPH BDU Asper Lembang KRPH, Polhutmob, Polter, SAR, relawan dengan dibantu warga Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), yang berjumlah sekitar 100 orang berupaya untuk memadamkan api. Setelah selama 1,5 jam berjuang menggunakan jet shooter, golok, dan gepyok alami, akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB.

Dikonfirmasi peristiwa ini, Administratur Perum Perhutani KPH Bandung Utara Komarudin mengatakan, untuk penyebab pasti kebakaran alang-alang tersebut masih harus didalami lebih lanjut. "Betul telah terjadi kebakaran dan api sudah berhasil dipadamkan," kata Komarudin Selasa malam.

Baca Juga:  Cegah Karhutla, Polda Kalsel Keluarkan Maklumat Pembakar Hutan Disanksi 15 Tahun Penjara

Petugas Perhutani bersama-sama LMDH setempat sudah berada di lokasi dan masih waspada serta mengantisipasi munculnya titip api lagi. Untuk melakukan pemadaman kebakaran di area tersebut memang cukup sulit dijangkau oleh kendaraan dan sinyal juga terbatas. "Anggota kami dan masyarakat memadamkan api dengan jet shooter dan peralatan lain, seperti cangkul dan golok," ujar dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini