Hong Kong Buka Kafe Ganja Pertamanya

Agregasi VOA, · Selasa 22 September 2020 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 18 2281744 hong-kong-buka-kafe-ganja-pertamanya-x0aXMDi19T.jpg ilustrasi. (Foto: Thinkstock)

HONG KONG - Ganja adalah substansi yang dianggap ilegal di Hong Kong. Namun, sebuah kafe di kota itu menawarkan berbagai makanan dan minuman yang mengandung bagian tanaman ganja tanpa melanggar aturan.

Diwartakan Associated Press, cafe yang bernama "Found" itu adalah kafe pertama di Hong Kong yang menawarkan berbagai kopi, biskuit, bir, dan jus buah yang mengandung cannabidiol, atau CBD. Ini adalah zat dari tanaman ganja yang menawarkan efek terapeutik tanpa membuat penggunanya mabuk.

BACA JUGA: Dianjurkan Karantina Akibat COVID-19, Warga Belanda Ramai-Ramai Antre Beli Mariyuana

Senyawa tetrahidrokanabinol ganja atau umumnya dikenal sebagai THC adalah bahan psikoaktif yang membuat penggunanya bersemangat. Namun, berbeda dengan THC, CBD biasanya digunakan untuk membantu mengurangi stres tanpa memabukkan.

Killian Hussey, seorang pekerja bidang keuangan di Hong Kong yang merupakan pelanggan "Found", mengatakan bahwa mengonsumsi kopi CBD membuatnya merasa santai.

“Kopinya enak, dan saya suka efek CBD terhadap saya,” kata Hussey sebagaimana dilansir VOA. “Secara kognitif dan fisik, itu membantu saya melewati rasa sakit dan nyeri di hari biasa.”

Sebotol kopi dingin yang mengandung CBD dibanderol HKD80 (sekira Rp152.600) di "Found", sementara sekaleng bir CBD seharga dihargai HKD70 (sekira Rp133.000). Kafe itu telah melaukan soft opening-nya bulan ini dan diharapkan bisa beroperasi penuh pada Oktober.

BACA JUGA: LA Buka Kafe Ganja Pertama di Amerika, Menunya?

“Hong Kong sebenarnya adalah salah satu pasar cannabinoid paling progresif di Asia,” kata Fiachra Mullen, pemilik Altum International, pemasok cannabinoid di Asia yang mengoperasikan kafe tersebut. “Tidak seperti bagian lain dari kawasan ini - Australia, Selandia Baru, Singapura - ini sebenarnya adalah hukum cannabinoid yang cukup progresif di Hong Kong.”

Mullen mengatakan bahwa dia berharap kafe tersebut dapat membantu menghilangkan stigma seputar produk CBD, dan ingin menjauhkan CBD dari ganja dan penggunaan narkoba untuk rekreasi.

Kafe “Found” bisa menjual cannabinoid dalam makanan selama tidak ada THC di produknya, katanya.

Menurut Pusat Pangan dan Keamanan pemerintah Hong Kong, di bawah Undang-undang Obat Berbahaya, impor ganja ilegal atau produk apa pun yang mengandung cannabinoid, tergolong tindakan pelanggaran pidana.

Meskipun demikian, CBD tidak diklasifikasikan sebagai obat berbahaya menurut hukum Hong Kong.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini