Peringati 75 Tahun PBB, Menlu RI Tekankan Pentingnya Multilateralisme

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 22 September 2020 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 18 2281869 peringati-75-tahun-pbb-menlu-ri-tekankan-pentingnya-multilateralisme-GMcosKImfG.jpeg Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menyampaikan pidato di Peringatan 75 Tahun Berdirinya PBB. (Foto: Dok. Kemlu RI)

JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perlu memberikan dampak nyata untuk menjawab ekspektasi dunia yang semakin meningkat. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi pada pertemuan tingkat tinggi memperingati 75 tahun berdirinya PBB yang digelar secara virtual.

Pertemuan bertema “The Future We Want, the United Nations We Need: Reaffirming Our Collective Commitment to Multilateralism" ini merupakan bagian dari Sidang Majelis Umum (SMU) PBB Ke-75.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan 75 tahun PBB digelar secara sederhana karena dunia masih berada di tengah pandemi virus corona. Peringatan ini ditujukan untuk memetakan jalan menuju masa depan dunia yang lebih baik serta efektivitas penanganan berbagai tantangan global.

BACA JUGA: PBB Peringati 75 Tahun Pendiriannya di Tengah Tantangan Pandemi Covid-19

Dalam pidatonya, Menlu RI mengatakan bahwa “ekspektasi dunia terhadap PBB semakin meningkat, untuk dapat perkuat kepemimpinan global dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas”.

Dia juga menekankan pentingnya kerja sama multilateral, yang menghadapi tantangan berat dengan meningkatnya rivalitas dan kebijakan unilateralisme sejumlah negara. Menlu RI menegaskan bahwa hal ini tidak bisa dibiarkan karena negara lemah akan semakin terpinggirkan.

“Tanpa multilateralisme, yang kuat mengambil semuanya," tegas Menlu Retno sebagaimana dikutip dari keterangan pers Kementerian Luar Negeri, Selasa (22/9/2020). .

Sebagai solusi, Menlu Retno menawarkan dua hal penting.

Pertama, “PBB harus memberikan dampak nyata dan tidak terjebak pada retorika”.

BACA JUGA: Presidensi Indonesia di Dewan Keamanan Mendapat Apresiasi Luas di PBB

Dalam jangka pendek, hal ini dapat tercermin dalam upaya menjamin dan memfasilitasi akses kebutuhan vaksin dan obat-obatan yang terjangkau bagi semua. Sementara dalam jangka panjang, PBB harus berupaya untuk menciptakan ketahanan ekonomi global dan penguatan sistem kesehatan global.

Kedua, “PBB harus tetap relevan dan dapat mengantisipasi tantangan mendatang”. Untuk itu, PBB harus terus memperbaiki diri agar tetap efisien, adaptif dan memiliki kemampuan deteksi dini.

Pertemuan Tingkat Tinggi Tersebut juga telah mengesahkan Deklarasi “Peringatan 75 Tahun PBB” yang berisi komitmen langkah kongkrit global untuk ciptakan perdamaian dan kerja sama internasional di berbagai bidang.

Presiden Joko Widodo juga akan berpidato di SMU PBB Ke-75 pada sesi General Debate yang dijadwalkan tanggal 23 September, sekira pukul 07.00 WIB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini