Terjerat Utang Judi Online, Agen Mobil Dibunuh dan Jasadnya Dibuang ke Jurang

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Rabu 23 September 2020 21:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 608 2282706 terjerat-utang-judi-online-agen-mobil-dibunuh-dan-jasadnya-dibuang-ke-jurang-3Kr0DbFhLF.jpg Tersangka pembunuhan agen mobil di Medan. (Okezone/Wahyudi Aulia Siregar)

MEDAN – Seorang agen mobil dianiaya belasan orang hingga tewas. Jasadnya kemudian dibuang ke jurang di wilayah Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Korban adalah Jefri Wijaya alias Asiong (39), warga Jalan Amal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Dari belasan tersangka, sebanyak tujuh orang di antaranya telah ditangkap. Ketujuh orang tersebut adalah ES, Han, MD, Sam, BA, dan Ar, serta seorang personel TNI yang kini sudah ditangani Detasemen Polisi Militer.

Dari penyelidikan polisi, kasus pembunuhan ini merupakan buntut dari masalah utang-piutang akibat judi online.

Direktur pada Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Sumatera Utara, Kombes Irwan Anwar, menyatakan tersangka ES awalnya memiliki piutang senilai Rp766 juta dengan seorang rekan Jefri berinisial D. Jefri bersedia sebagai penjamin piutang itu dan berjanji membayar Rp200 juta.

Namun belakangan piutang itu tak bisa ditagih. Jefri pun tak bisa dihubungi. Tersangka ES kemudian memberi perintah kepada Han untuk menagih utang itu.

Untuk mendapatkan piutang itu, Han dan sejumlah tersangka lainnya berencana menculik dan menyiksa Jefri. Masing-masing pelaku penagih utang ini dijanjikan upah Rp15 juta.

Mereka memancing Jefri keluar dengan modus ingin membeli mobil yang pernah ditawarkan Jefri lewat media sosial. Para tersangka sempat beberapa kali pindah lokasi untuk menjerat Jefri. Hingga akhirnya mereka bertemu Jefri di kawasan Marelan, Kota Medan. Mereka pun menganiaya Jefri hingga tewas.

“Ini sebenarnya proses menagih utang, kemudian bablas,” kata Irwan saat memaparkan pengungkapan kasus itu di Mapolda Sumut, Rabu (23/9/2020)

Pengungkapan kasus ini bermula dari penemuan jasad Jefri di dalam jurang di pinggir Jalan Lintas Medan-Berastagi, KM 54-55, di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Karo pada Jumat, 18 September 2020 siang.

Awalnya Jefri diidentifikasi sebagai Mr X. Karena saat ditemukan, polisi tak menemukan identitas apapun dari tubuhnya. Namun, polisi yakin Jefri merupakan korban pembunuhan karena terdapat sejumlah luka bekas penganiayaan di tubuhnya. Jefri juga ditemukan tanpa pakaian.

Belakangan, Lisa (34), istri dari Jefri berhasil mengidentifikasi jasad suaminya. Dia menyebut saat terakhir kali pamit ke luar rumah, sang suami ingin menemui seseorang terkait jual beli mobil.

Polisi kemudian mendalami keterangan itu hingga akhirnya berhasil mengungkap kasus tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini