PM Baru Jepang Dorong Perbaikan Hubungan dengan Korsel

Agregasi VOA, · Kamis 24 September 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 18 2283305 pm-baru-jepang-dorong-perbaikan-hubungan-dengan-korsel-2a6OM2h3U1.jpg Yoshihide Suga. (Foto: Kyodo)

TOKYO - Perdana Menteri Baru Jepang, Yoshihide Suga pada Kamis (24/9/2020) untuk pertama kalinya melakukan percakapan telepon dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. Dalam pembicaraan itu, Suga mengatakan kedua negara bertetangga itu harus berusaha memperbaiki hubungan yang saat ini tegang.

Pembicaraan yang digagaskan Korea Selatan ini merupakan kontak pertama antara para pemimpin kedua negara dalam sembilan bulan terakhir.

Hubungan antara Jepang dan Korea Selatan memburuk hingga tingkat terendah dalam beberapa tahun terakhir di bawah pemerintahan pendahulu Suga, Shinzo Abe, tokoh yang dianggap tidak bersedia menunjukkan penyesalan yang cukup mendalam atas pemerintahan kolonial Jepang di Semenanjung Korea dari 1940 hingga 1945.

BACA JUGA: Yoshihide Suga, Putra Petani Stroberi yang Jadi PM Jepang

“Saya katakan kepada Presiden Moon bahwa hubungan antara kedua negara dalam kondisi sangat buruk sekarang ini, dan kita tidak bisa membiarkannya begitu saja,” kata Suga kepada wartawan sebagaimana dilansir VOA.

“Jepang dan Korea Selatan adalah negara tetangga sangat penting bagi satu sama lain. Dalam berurusan dengan Korea Utara dan isu-isu lain, saya yakin kerja sama Jepang-Korea Selatan dan kerja sama Jepang-AS adalah penting.”

Perselisihan antara kedua negara saat ini berakar dari tuntutan Korea Selatan agar Jepang memberi kompensasi kepada para pekerja Korea yang diberlakukan semena-mena oleh perusahaan-perusahaan Jepang selama Perang Dunia II.

BACA JUGA: Diduga Gambarkan PM Abe, Patung Wanita Penghibur di Korsel Buat Jepang Berang

Mahkamah Agung Korea Selatan pada 2018 memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang itu memberi kompensasi kepada para penggugat yang kini sudah berusia lanjut. Jepang bersikeras bahwa semua masalah kompensasi telah diselesaikan dalam kesepakatan tahun 1965.

Pertikaian itu kemudian melebar ke isu-isu perdagangan dan militer, sehingga mempersulit kerja sama antara kedua sekutu Amerika Serikat (AS) itu. Moon menuduh pemerintah Abe memanfaatkan perdagangan sebagai senjata untuk melakukan pembalasan atas sengketa hukum yang muncul.

Suga tidak merinci mengenai bagaimana Jepang akan memperbaiki hubungan itu. Ia tampak mengindikasikan bahwa sikap Jepang terkait kompensasi tidak berubah dan justru menekan Korea Selatan agar mengambil tindakan yang meredakan ketegangan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini