Pengakuan Saksi Soal Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Ade Putra, Okezone · Kamis 24 September 2020 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 340 2282981 ibu-dan-anak-tewas-bersimbah-darah-polisi-dugaan-korban-pembunuhan-oNWYLoMWa5.jpg Wanita diduga korban pembunuhan di Pontianak. Foto: Ade Putra

PONTIANAK - Kematian SS (39) dan anaknya GB (19), warga Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat masih misteri. Kepolisian masih mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap kasus yang mengegerkan ini.

"Kita masih dalami temuan mayat dalam rumah ini. Dugaan sementara masih kita dalami. Namun dari fakta-fakta kedua korban tersebut ada luka. Dugaan sementara korban pembunuhan," jelas Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin kepada sejumlah wartawan.

Mayat kedua perempuan ini ditemukan pada Rabu (23/9/2020) sekira pukul 20.00 Wib. Korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga yang memang sudah kumpul di rumah orangtua SS.

"Kami dobrak pintu, tahu-tahu melihat mereka sudah terkapar. Darah di sekitar sudah kering. Diperkirakan sudah meninggal dua sampai tiga hari," jelas Yogi, keluarga korban sekaligus saksi.

Penemuan jasad SS dan GB ini berawal ketika pihak keluarga tak pernah melihat mereka keluar rumah seperti biasanya.

Baca Juga: Mayat Wanita Tanpa Busana Mengapung di Pantai Kejawanan 

"Kita sudah kumpul di rumah orangtua. Karena tiga hari kedua korban tak keluar rumah. Saya ditelepon disuruh datang dan pihak keluarga sudah pada kumpul," kata Yogi.

Apalagi, sambung dia, sikap GB tak seperti biasa. Terus-terusan diteledon tapi tak merespons. Setibanya di rumah korban, ada hal yang membuat kecurigaan pihak keluarga.

"Pihak keluarga sudah menghubungi handphone-nya (GB). Memang aktif, namun tak diangkat. Kita pikir, ini ada apa. Kita juga sudah mulai curiga ketika melihat gorden yang terluar dari jendela. Jadi, adik bilang dobrak saja," bebernya.

Baca Juga: Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Penuh Darah, Diduga Korban Pembunuhan

Yogi menjelaskan, semasa hidupnya korban tinggal hanya berdua di rumah yang terletak di Jalan Tanjung Harapan itu. "Jadi pihak keluarga datang ke rumah korban karena ditelepon tak diangkat," tutupnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini