Waspada! Penipu Gunakan Aplikasi Perjodohan Gasak Harta Benda Wanita

Taufik Budi, Okezone · Sabtu 26 September 2020 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 512 2284254 waspada-penipu-gunakan-aplikasi-perjodohan-gasak-harta-benda-wanita-WTJBqEaQUF.jpg Polisi menangkap pelaku penipuan (Foto: Taufik Budi)

BANYUMAS – Penipuan dengan memanfaatkan aplikasi sejenis pencarian jodoh, menyasar perempuan di Banyumas, Jawa Tengah. Pelaku menjanjikan akan memberi uang dan memperkenalkan kepada orangtuanya untuk melaju ke jenjang pernikahan.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry, menerangkan pelaku melakukan penjaringan melalui aplikasi perjodohan. Dia menjelaskan, kasus tindak pidana penipuan dan atau penggelapan itu terjadi di depan Pasar Sibalung Desa Sibalung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, pada 30 Mei.

"Modus pelaku adalah mengajak bertemuan dan mengajak ke hotel. Setelah itu mampir ke toko swalayan dan membawa kabur kendaraan korbannya," terang AKP Berry, Sabtu (26/9/2020).

Baca Juga:  Heboh Aplikasi "Pengganda Uang", Puluhan Driver Ojol di Kota Bogor Kena Tipu

Dua pelaku yang diamankan yakni KSW (45) dan YN (36) warga Kabupaten Kebumen. Sementara korbannya adalah seorang perempuan bernama Eva. Polisi yang mendapat laporan tersebut segera melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.

"Setelah mendapat keterangan tersebut, tim melakukan undercover dengan mengajak bertemu kepada pelaku,” ungkapnya.

“Dan pada Kamis 24 September tim berhasil meringkus pelaku di wilayah Kabupaten Cilacap bersama barang bukti berupa satu unit sepeda motor Suzuki Lesty milik korban, satu unit sepeda motor Nmax yang digunakan untuk sarana menemui korban, serta satu unit HP Oppo F9 Pro warna hitam yang digunakan sebagai sarana berkenalan," terangnya.

Baca Juga:  Partinah, Penipu Ulung yang Buron 8 Tahun

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku harus mendekam di sel tahanan. "Pelaku KSW dan YN dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama empat tahun," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini