Trump dan Biden Akan Berhadapan dalam Debat Pertama Pilpres AS

Agregasi VOA, · Selasa 29 September 2020 18:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 18 2285738 trump-dan-biden-akan-berhadapan-dalam-debat-pertama-pilpres-as-RW7N6pwNUP.jpg Foto: VOA.

CLEVELAND - Presiden Petahana Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan penantangnya, Calon Presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden bersiap menjalani debat pertamanya pada Selasa (29/9/2020) waktu setempat.

Debat capres perdana itu digelar lima pekan menjelang pemilihan presiden AS yang jatuh pada 3 November. Ada tiga debat yang direncanakan hingga Oktober nanti.

Acara penting bagi kedua kandidat itu akan digelar di Cleveland, Ohio di saat Biden memiliki keunggulan tujuh poin dibanding Trump dalam beberapa jajak pendapat, demikian diwartakan VOA.

Namun, pertarungan lebih sengit diperkirakan terjadi di beberapa negara bagian utama, yang sangat menentukan dalam pemungutan suara dengan sistem Electoral College ini.

BACA JUGA: Serba-Serbi Pilpres AS 2020, Mengenal Electoral College dan Swing States

Dalam pilpres 2016, Trump kalah dalam jumlah suara, tetapi masih dapat mengklaim kemenangan karena menguasai lebih banyak Electoral College di negara- negara bagian utama tersebut.

Diperkirakan ada 100 juta warga Amerika yang akan menyaksikan debat pertama kedua tokoh itu, yang akan berlangsung selama 90 menit dan disiarkan langsung oleh televisi dan streaming dari lokasi.

Trump dan Biden akan menjawab pertanyaan-pertayaan dari wartawan Fox News, Chris Wallace, di hadapan sekira 100 orang yang akan menyaksikannya secara langsung. Sebelumnya, kedua kandidat belum pernah tampil bersama dalam satu acara pun.

BACA JUGA: Hanya Bayar Rp11,2 Juta pada 2016, NYT Tuduh Trump Lakukan Penghindaran Pajak

Wallace mengatakan ia akan menyampaikan pertanyaan tentang enam topik dalam segmen yang masing-masing berdurasi 15 menit. Enam topik tersebut yaitu tentang rekam jejak kedua kandidat, pandemi virus corona yang telah menewaskan lebih dari 204.000 orang di AS, pencalonan tokoh konservatif Amy Coney Barrett sebagai hakim agung, perekonomian AS yang dililit pandemi, integritas pilpres dan isu “ras dan kekerasan” di kota-kota Amerika.

Satu topik terbaru yang dipastikan akan menjadi isu utama adalah laporan surat kabar New York Times pada Minggu (27/9/2020) tentang pajak yang dibayarkan Trump. Laporan itu menyebutkan bahwa Trump yang kerap menyombongkan keberhasilan bisnisnya hanya membayar pajak penghasilan sebesar USD750 pada 2016, dan tahun pertama dia menjabat pada 2017.

Trump menyebut laporan itu “benar-benar berita bohong,” tetapi tim kampanye Biden menyoroti hal itu dan memperkuat anggapan bahwa Trump memang kurang memiliki kepedulian terhadap para pekerja Amerika yang ia klaim sebagai bagian perjuangannya.

Tim kampanye Biden mulai menayangkan iklan-iklan yang menunjukkan bagaimana guru sekolah dasar, petugas pemadam kebakaran, manajer konstruksi dan perawat membayar ribuan dolar pajak pendapatan per tahun sementara Trump membayar USD750.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini