Menyerahkan Diri, Seorang Anggota KKB Papua Kembali ke Pangkuan NKRI

Riezky Maulana, iNews · Kamis 01 Oktober 2020 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 340 2287064 menyerahkan-diri-seorang-anggota-kkb-papua-kembali-ke-pangkuan-nkri-jbKfL6YVz8.jpg Seorang anggota KKB menyerahkan diri dan mengucap ikrar setia NKRI. (dok TNI)

JAKARTA – Seorang anggota yang masuk ke dalam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kelompok Rambo Lokbere Pimpinan Egianus Kogoya, Tenius Tabuni, menyerahkan diri ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seorang anggota KKB tersebut keluar dari kelompok tersebut lantaran merasa ditipu akan diberikan uang dan barang-barang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa menuturkan, niat Tenius Tebuni menyerahkan diri dan keluar dari KKB disampaikannya kepada tokoh agama dan masyarakat Kampung Mbua, serta meminta untuk difasilitasi dengan pihak Satgas Yonif R 323/BP. Penyerahan diri kembali ke NKRI dilakukan di Kampung Mbua tengah Distrik Mbua, Sabtu (26/9/2020).

"Merasa dirinya selama ini ditipu dengan janji KKB yang akan diberikan kebutuhan sehari-hari dan uang, seorang anggota KKB dari kelompok Rambo Lokbere Pimpinan Egianus Kogoya, Tenius Tebuni menyerahkan diri dan berikrar keluar dari keanggotaan KKB," tutur Suriastawa melalui keterangan tertulisnya, Kamis (1/10/2020).

Lebih lanjut dikatakannya, proses penyerahan diri disaksikan perwakilan Satgas Yonif R 323/BP, tokoh agama, dan perwakilan masyarakat Kampung Mbua. Menurutnya, Tenius Tebuni mengucapkan ikrar setia untuk kembali ke pangkuan NKRI serta menandatangani surat pernyataan keluar dari kelompok tersebut.

Suriastawa menuturkan, selama menjadi anggota Kelompok KKB Kelompok Militan Rambo Lokbere, Tenius sering kelaparan di dalam hutan karena kekurangan logistik. Selain itu, KKB tidak solid dan selalu terpecah-pecah untuk bergerak masing-masing.

"Selain itu, Tenius Tebuni merasa bahwa yang dilakukan KKB selama ini bertentangan dengan hati nuraninya dengan kerap kali memeras dan mengancam masyarakat, serta menyakiti bahkan membunuh masyarakat yang tidak mau membantu," katanya.

Menurut Suriastawa, Tenius Tebuni yang pernah terlibat penghadangan dan kontak tembak di wilayah Habema sekitar tahun 2017 ini selanjutnya berkeinginan hidup normal. Menurutnya, Tenius ingin kembali seperti masyarakat umum lainnya.

Welcome home my brother, we won't leave you alone," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini