INDRAMAYU - Minggu 27 September 2020 sekira pukul 16.40 WIB, seekor burung berbulu putih sedang sibuk mencari mangsa. Paruh runcingnya sesekali diarahkan ke dalam air, berharap ada ikan kecil yang bisa disantapnya.
Burung ini berjenis burung Kuntul Besar atau nama latinnya adalah Egretta alba. Ia senang hidup bergerombol. Habitat favoritnya yakni di lahan basah seperti di kawasan hutan mangrove di Desa Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Siapa sangka kawasan hutan mangrove di Karangsong yang dahulu rusak, kini memiliki wajah baru. Ya, sekarang hutan itu menjadi tempat tinggal beberapa jenis burung pantai. Burung-burung ini secara alami menetap membangun sarang dan berkembang biak di atas rindangnya pohon mangrove.
Dulu, salah satu faktor penyebab terjadinya kerusakan di hutan mangrove Karangsong adalah karena ulah manusia. Kala itu masyarakat sekitar membuka lahan baru untuk tambak udang, yaitu dengan cara menebang pohon mangrove secara berlebihan.
Padahal keberadaan pohon mangrove di Karangsong sangatlah penting. Fungsi utamanya tentu untuk mencegah intrusi air laut, serta mencegah abrasi dan erosi pantai. Akan tetapi tidak kalah penting dari itu, kawasan hutan mangrove bisa menjadi tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa.

Hutang Mangrove Indramayu. Foto: Fathunur Rohman
"Fungsi mangrove kalau di perikanan, itu menjadi tempat mengasuhnya ikan. Ikan bertelur di situ, anak kan di situ. Termasuk jenis kepiting, udang, dan beberapa satwa lain berkumpul di situ. Kalau sudah besar dia akan lari ke laut lepas," kata petugas Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Muda Bidang Pengelolaan Aliran Sungai Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Iyon Sugiono kepada Okezone belum lama ini.
Kawasan hutan mangrove di Karangsong berperan mengurangi infiltrasi air laut ke daratan. Selain itu hutan mangrove juga dapat menyaring kandungan garam pada air laut.
"Kalau dari konservasi, satu mangrove berfungsi untuk menahan ombak. Kedua, dapat mengurangi infiltrasi air laut ke daratan. Jadi air asin disaring dulu oleh mangrove sebelum dilepaskan. Menurut penelitian, saya lupa tahun berapa, infiltrasi di Indramayu sudah 17 kilometer," ujar Iyon.
Secara bertahap, proses rehabilitasi pohon mangrove di Karangsong sudah mulai dilakukan pada 2003 dan 2004. Namun presentase keberhasilan tumbuhnya pohon mangrove di kawasan ini pada waktu itu sangat rendah, yakni 60 persen. Banyak pohon mangrove yang ditanam rusak karena hantaman ombak.
Kondisi kawasan hutan mangrove di Karangsong saat ini sudah membaik. Hal ini berkat adanya penanaman pohon mangrove yang dilakukan secara berkala. Apalagi sejak tahun 2008, sebuah kelompok masyarakat bernama Kelompok Pantai Lestari dan Pertamina RU VI Balongan, menginisiasi untuk membuat hutan mangrove di Karangsong menjadi tempat wisata edukasi.
"Dari data kami kalau Karangsong itu exsitingnya 29 hektare. Tahun 2008 luasnya 15 hektare. Sekarang bertambah jadi 29 hektare," papar Iyon.

Hutang Mangrove Indramayu. Foto: Fathunur Rohman
Mengutip dari laman jabar.bps.go.id, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat mencatat pada 2016, luas lahan mangrove di Kabupaten Indramayu yang masuk dalam kategori rusak mencapai sekitar 9.191,78 hektare. Sementara sisanya, sekitar 1.783,77 hektare masuk dalam kategori sedang, sekitar 133,00 hektare masuk kategori rehabilitasi, dan sekitar 1.730,64 hektare masuk kategori baik.
Terawatnya kelestarian hutan mangrove di Karangsong telah membentuk ekosistem yang baik. Kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai spesies satwa dan biota lainnya.
Berdasarkan data Tim Konservasi Keanekaragaman Hayati, Monitoring dan Evaluasi Keanekaragaman Hayati Konservasi Mangrove Karangsong, ada beberapa jenis burung yang dapat dijumpai di kawasan ini seperti burung jenis Kuntul Besar (Egretta alba), Kowak Malam Kelabu ( Nycticorax nycticorax), Blekok Sawah (Ardeola speciosa), Kuntul Karang (Egretta sacra), Cangak Merah (Ardera purpurea), Dara Laut Sayap Hitam (Sterna fuscata) dan lainnya. Bahkan jenis burung yang dilindungi sekalipun yaitu Rajaudang Kalung Biru (Alcedo euryzona), pernah menampakan diri di hutan mangrove Karangsong.