Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Din Syamsuddin Akui KAMI Adalah Kelompok Kepentingan

Fahreza Rizky , Jurnalis-Jum'at, 02 Oktober 2020 |13:27 WIB
Din Syamsuddin Akui KAMI Adalah Kelompok Kepentingan
Din Syamsuddin (Foto : Okezone.com)
A
A
A

Din berpesan kepada Moeldoko dan para staf di Istana untuk tidak mudah melempar tuduhan kepada KAMI.

"Apakah KAMI yang memecahbelah rakyat ataukah kelompok-kelompok penolak KAMI, yang patut diduga direkayasa bahkah didanai pihak tertentu yang justeru memecahbelah rakyat? Apakah kritik dan koreksi KAMI yang menciptakan instabilitas ataukah kebijakan pemerintah yang tidak bijak, anti kritik, dan tidak mau mendengar aspriasi rakyat yang justeru berandil dalam menciptakan instabilitas itu?" sambung Din.

"Apakah KAMI yang keluar dari batas (karena memaklumkan penyelamatan bangsa dan negara) ataukah Pemerintah yang melampaui batas dengan menumpuk hutang negara yang jadi beban generasi penerus, membentuk bersama DPR undang-undang yang merugikan rakyat, dan mengabaikan rakyat berjuang mempertahankan diri dari wabah dengan harus membiyai sendiri tes kesehatan?" kata Din.

Di ujung pernyataannya, Din mengingatkan Moeldoko agat tidak melemparkan ancaman krpada rakyat. Pada era demokrasi modern seperti sekarang ini, arogansi kekuasan, represif dan otoriter sudah ketinggalan zaman.

"Akhirnya KAMI mengingatkan Bapak KSP Moeldoko dan jajaran kekuasaan untuk tidak perlu melempar "ancaman" kepada rakyat. Pada era demokrasi modern dewasa ini arogansi kekuasaan, sikap represif dan otoriter sudah ketinggalan zaman. Bagi KAMI semakin mendapat tantangan dan ancaman akan menjadi pelecut untuk tetap beristikamah dalam perjuangan. KAMI bukan kumpulan orang-orang pengecut, karena para insan yang bergabung dalam KAMI adalah mereka yang menyerahkan segala urusan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, dan hanya takut kepadaNya," tukas Din.

Sebelumnya, Moeldoko menanggapi santai kehadiran KAMI. Ia tidak masalah dengan hadirnya kelompok tersebut. Namun ia mewanti-wanti bila kelompok ini mengganggu stabilitas politik.

"Mereka itu bentuknya hanya sekumpulan kepentingan. Silahkan saja, tidak ada yang melarang," ucap Moeldoko melalui keterangan tertulis resmi dari Staf Komunikasi Politik KSP, Kamis 1 Oktober 2020.

Menurut Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu, jika gagasan KAMI bagus maka bisa diambil. Namun jika arah gagasan KAMI terkesan memaksakan kepentingan, maka hal tersebut akan ada perhitungannya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement