Maut di Perlintasan Kereta Api, 6 Nyawa Melayang

Taufik Budi, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 512 2290992 maut-di-perlintasan-kereta-api-6-nyawa-melayang-KbIJrzcpYU.jpg Foto: Ilustrasi. dok.Okezone

SEMARANG – Perlintasan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang masih rawan kecelakaan lalu lintas. Buktinya tercatat enam nyawa melayang dalam 49 kejadian pada 2020 ini.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada, serta lebih waspada saat akan melintasi perlintasan sebidang kereta api," ujar kata Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro, Jumat (9/10/2020).

"Perilaku masyarakat yang masih tidak menaati rambu-rambu lalu lintas dapat merugikan dirinya sendiri maupun keselamatan orang lain,” tambahnya.

Kris merinci pada tahun ini hingga akhir September, tercatat jumlah kejadian di perlintasan sebidang sebanyak 49 kali. Di antaranya 42 kasus terkena hempasan angin dari kereta yang lewat, 4 kasus kendaraan mogok di tengah perlintasan, dan 3 kasus kejadian tabrak palang pintu hingga patah.

“Dari jumlah kejadian tersebut, 6 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat, dan 6 orang luka ringan,” tandasnya.

UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124, menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 menyebutkan pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup, dan/atau ada isyarat lain; mendahulukan kereta api; dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.

Baca Juga: 198 Kecelakaan Terjadi di Perlintasan Sebidang Kereta Api

Sementara sesuai PM 36 Tahun 2011 tentang Perpotongan dan/atau Persinggungan Antara Jalur Kereta Api dengan Bangunan Lain pada Pasal 6 ayat 1 menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang, kereta api mendapat prioritas berlalu lintas.

“Kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya merugikan pengguna jalan tapi juga dapat merugikan KAI. Tidak jarang perjalanan KA terhambat, kerusakan sarana atau prasarana perkeretaapian, hingga petugas KAI yang terluka akibat kecelakaan di perlintasan sebidang,” terang Kris.

“Sekali lagi kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rambu-rambu yang ada, berhenti sebelum melintas, serta tengok kanan dan kiri terlebih dahulu. Hal ini harus menjadi budaya pada masing-masing pengguna jalan demi keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan para pengguna jalan itu sendiri,” pungkas dia.

Baca Juga: KRL Tabrak Minibus di Perlintasan Tanah Kusir

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini