24 Pasangan Bukan Suami-Istri Terjaring Razia

Fathnur Rohman, Okezone · Minggu 11 Oktober 2020 08:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 11 525 2291745 24-pasangan-bukan-suami-istri-terjaring-razia-uORPvSgFiJ.jpg 24 pasangan bukan suami-istri yang tengah asyik di penginapan terjaring razia petugas (Foto : Satpol PP Kab. Cirebon)

CIREBON - Sebanyak 24 pasangan bukan suami-istri terjaring razia yang dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Cirebon di beberapa tempat penginapan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu malam 10 Oktober 2020.

Dalam razia itu, petugas Satpol PP yang dibantu oleh personel TNI dan Polisi mendapati puluhan pasangan yang bukan suami-istri tengah berduaan, dan diduga sedang berbuat mesum di dalam kamar penginapan.

Dari 24 pasangan yang terjaring razia, salah satunya ternyata ada seorang aparatur sipil negara (ASN).

"Kami beserta tim ke tempat-tempat yang disinyalir menjadi tempat muda-mudi berbuat asusila. Temuan dari tiga tim ada 24 pasangan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Cirebon, Dadang, dalam keterangan yang diterima Okezone, Minggu (11/10/2020).

Dadang menjelaskan, rata-rata pasangan yang diduga sedang berbuat mesum itu masih berusia muda. Pihaknya telah mendata dan akan memberikan pembinaan terhadap pasangan bukan suami-istri ini, supaya tidak melakukan perbuatan serupa dikemudian hari.

Menurut Dadang, tiga tim yang diterjunkan itu telah menyisir seluruh tempat penginapan di Kabupaten Cirebon yang disinyalir sering menjadi tempat mesum. Selain tempat penginapan, ia mengaku pihaknya juga merazia beberapa kamar kos.

"Rata-rata usia masih muda. Karena mereka baru terjaring pertama kali kita lakukan pembinaan. Sebanyak 24 pasangan dari seluruh penginapan di Kabupaten Cirebon yang terjaring razia," ujar Dadang.

Baca Juga : Ibu Hamil Tewas Akibat Banjir di Ciganjur Jaksel

Ke depan, lanjut Dadang, kegiatan razia seperti ini akan terus dilakukan. Ia mengimbau agar puluhan pasangan yang telah terjaring razia ini tidak mengulangi perbuatannya kembali. Sebab, apabila mereka kedapatan melakukan hal serupa, pihaknya akan memberi tindakan tegas.

"Ketika mereka sudah kedua kali, kita limpahkan sesuai jenis pelanggarannya. Kegiatan ini rutin dilakukan. Kita ada pembinaan sesuai mekanisme. Apalagi sekarang sedang Covid-19," ucap dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini