40 Tewas, Puluhan Hilang Akibat Banjir di Vietnam dan Kamboja

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 14 Oktober 2020 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 18 2293553 40-tewas-puluhan-hilang-akibat-banjir-di-vietnam-dan-kamboja-nY95mXahmX.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

HANOI - Hampir 40 orang tewas dan puluhan lainnya hilang, termasuk tim penyelamat di Vietnam dan Kamboja, akibat hujan lebat berkepanjangan dan banjir bandang yang melanda kedua negara itu saat badai tropis Nangka mendekat pada Selasa (13/10/2020).

Hujan deras sejak awal Oktober telah menyebabkan banjir dan tanah longsor yang mematikan di beberapa provinsi di Vietnam tengah dan membuat ribuan orang mengungsi di Kamboja barat, demikian menurut keterangan para pejabat dan media pemerintah.

BACA JUGA: 9 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang di Vietnam

Banjir diperkirakan akan memburuk dalam beberapa hari mendatang, dengan badai tropis Nangka diperkirakan akan menurunkan lebih banyak hujan saat mendarat di Vietnam pada Rabu (14/10/2020).

Badai Nangka, yang membawa angin dengan kecepatan hingga 100 km per jam, akan memicu hujan lebat hingga 400 milimeter di beberapa bagian Vietnam utara dan tengah mulai Rabu hingga Jumat (16/10/2020), kata badan cuaca negara itu sebagaimana dilansir Reuters.

Menurut laporan media lokal, banjir yang sedang berlangsung telah menewaskan sedikitnya 28 orang di Vietnam, dan 11 di Kamboja, di mana hampir 25.000 rumah dan 84.000 hektar tanaman telah rusak.

Otoritas manajemen bencana Vietnam mengatakan lebih dari 130.000 rumah terkena dampak.

Tujuh belas pekerja konstruksi hilang setelah tanah longsor di lokasi proyek bendungan pembangkit listrik tenaga air di provinsi Thua Thien Hue, Vietnam tengah, lapor media pemerintah. Surat kabar pemerintah Nhan Dan melaporkan tambahan 13 orang yang dikirim untuk menyelamatkan para pekerja juga hilang.

BACA JUGA: Sedih! Korban Banjir Vietnam Naik Jadi 54 Orang

Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, telah menginstruksikan kementerian pertahanan untuk mengirim lebih banyak pasukan penyelamat ke lokasi longsor, menurut pernyataan pemerintah.

Sampai Selasa pagi mereka tidak dapat mencapai lokasi tersebut, tambah pernyataan itu, karena permukaan air yang tinggi, hujan lebat, dan tanah longsor tambahan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini