Demo UU Ciptaker Rusuh, Polresta Malang Selidiki Keterlibatan Kelompok Anarko

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 14 Oktober 2020 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 519 2293711 demo-uu-ciptaker-rusuh-polresta-malang-selidiki-keterlibatan-kelompok-anarko-QgmaggjoQs.jpg Polresta Malang mengamankan sejumlah orang terkait kericuhan demo UU Cipta Kerja (Foto: Avirista Midaada)

KOTA MALANG – Kepolisian masih mendalami adanya dugaan kelompok Anarko saat kerusuhan demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Kota Malang, Jawa Timur pada Kamis 8 Oktober 2020 lalu.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu mengakui ada sejumlah anak berusia belasan tahun yang diakui memang menggunakan pakaian hitam – hitam yang identik dengan identitas kelompok Anarko. Namun, pihaknya masih mendalami lagi terkait adanya afiliasi pendemo yang diamankan dengan kelompok tertentu.

“Kalau mengarah ke kelompok Anarko, kami masih dalami lagi, karena memang memakai pakaian hitam. Tapi belum ada indikasi ke sana, masih kami dalami,” ucap Azi ditemui okezone, pada Rabu sore (14/10/2020).

Baca Juga:  Soal Demo Omnibus Law, Mahfud MD: Sejauh Menyampaikan Aspirasi, Tidak Apa-Apa

Polisi telah mengamankan 167 orang pada Kamis 8 Oktober 2020 dan 13 Oktober 2020, tiga orang telah ditetapkan tersangka. Sementara 164 orang telah dipulangkan, dengan catatan tiga orang yang masih berstatuskan anak di bawah umur, bisa saja dipanggil ulang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Kami dalami lagi untuk yang tiga orang dari 38 orang yang diamankan kemarin, kami akan lakukan gelar perkara untuk tiga orang itu,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait tiga orang tersangka yang telah ditetapkan pada demonstrasi kerusuhan pada 8 Oktober 2020 lalu, Azi menyebut salah satu tersangka yang telah diamankan berinisial AN mengaku membenci polisi. Pengakuan AN (21) warga Wagir, Kabupaten Malang yang berprofesi sebagai security ini diperoleh setelah kepolisian melakukan pemeriksaan lanjutan pasca-ditetapkan sebagai tersangka.

''Dari hasil pemeriksaan, dia ngakunya hanya enggak suka dengan polisi. Rasa kesalnya ini juga sudah lama hingga akhirnya saat itu ada kesempatan, dia luapkan emosinya dengan ikut melempari polisi dengan batu,'' tuturnya.

Baca Juga:  Terima Draf dari DPR, Pemerintah Bahas Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Pihaknya masih mendalami siapa provokator yang ada dibalik aksi kerusuhan demonstrasi Covid-19. ''Cuma memang ada kelompok tertentu yang menyusup ke barisan massa dengan tujuan ricuh. Itu analisisnya, kita masih lakukan pendalaman,'' pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini