Bahrain dan Israel Resmi Jalin Hubungan Diplomatik

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 19 Oktober 2020 09:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 18 2295783 bahrain-dan-israel-resmi-jalin-hubungan-diplomatik-mlWE9FYLi8.jpg Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif al Zayyani berpose bersama Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, di Gedung Putih, 15 September 2020. (Foto: Twitter)

MANAMA - Israel dan Bahrain secara resmi menjalin hubungan diplomatik. Kesepakatan, yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) itu, ditandatangani di Ibu Kota Bahrain, Manama, pada Minggu (18/10/2020).

Selama beberapa dekade, sebagian besar negara Arab telah memboikot Israel, bersikeras mereka hanya akan menjalin hubungan setelah perselisihan Palestina diselesaikan.

Bahrain sekarang menjadi negara Arab keempat di Timur Tengah, setelah Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, dan Yordania, yang mengakui Israel sejak Negara Zionis tersebut didirikan pada 1948.

BACA JUGA: UEA dan Bahrain Tandatangani Normalisasi Hubungan dengan Israel di Gedung Putih

Palestina mengutuk langkah diplomatik itu sebagai "pengkhianatan".

Pejabat Bahrain dan Israel menandatangani “komunike bersama” untuk membangun hubungan diplomatik penuh dalam sebuah upacara di Manama pada Minggu malam. Kedua negara sekarang diharapkan akan membuka kedutaan besarnya.

Media Israel melaporkan bahwa dokumen tersebut tidak menyertakan referensi apa pun tentang konflik Israel-Palestina.

Setelah penandatanganan, Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al-Zayani mengatakan dalam pidatonya bahwa ia mengharapkan "kerja sama bilateral yang bermanfaat di setiap bidang" antara kedua negara.

Dia juga menyerukan perdamaian di kawasan itu, termasuk solusi dua negara untuk konflik Palestina, demikian diwartakan BBC.

BACA JUGA: Khianati Perjuangan Palestina, 4 Negara Arab Ini Normalisasi Hubungan dengan Israel

Para pemimpin Palestina dilaporkan terkejut dengan pengumuman itu. Mereka mengutuk kesepakatan UEA dengan Israel dan kemudian perjanjian yang ditandatangani Bahrain.

Kementerian Luar Negeri Palestina menarik duta besarnya untuk Bahrain setelah kesepakatan itu diumumkan bulan lalu. Dalam pernyataannya, kepemimpinan Palestina berbicara tentang kerugian besar yang ditimbulkannya terhadap hak-hak nasional yang tidak dapat dicabut dari rakyat Palestina dan tindakan bersama Arab".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini