Polisi Bocorkan Penyebab Demonstrasi Mudah Disusupi Provokator

Taufik Budi, Okezone · Senin 19 Oktober 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 512 2296010 polisi-bocorkan-penyebab-demonstrasi-mudah-disusupi-provokator-Wm9Yh4hr9K.jpg Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi (Foto: Taufik Budi)

SEMARANG - Aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di berbagai daerah berujung rusuh. Unjuk rasa terpaksa dibubarkan dengan menembak gas air mata, dan sejumlah orang yang diduga provokator ditangkap polisi.

Mudahnya mengakses media sosial, membuat masyarakat bisa mendapatkan informasi secara bebas dan tanpa seleksi. Kondisi itu diperparah dengan rendahnya daya tangkal masyarakat terhadap provokasi-provokasi sehingga akan mudah digerakkan pada saat menggelar aksi.

"Kalau masyarakat daya tangkalnya rendah nanti akan mudah terprovokasi dan mudah digerakkan pada aksi massa yang berujung anarkis dan merugikan," ucap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, saat deklarasi cinta damai dan menolak segala bentuk aksi anarkis di Mapolda Jawa Tengah, Senin (19/10/2020).

Baca Juga:  Polisi Masih Telusuri Dalang Provokasi Pelajar Ikut Demo

Untuk itu, dia mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan literasi dalam bermedia sosial. Tak mudah terhasut pada informasi yang belum terverifikasi, dan bersikap bijaksana akan mewujudkan daya tangkal terhadap konflik sosial.

"Mari kita buka kanal-kanal komunikasi untuk mempermudah masyarakat melakukan klarifikasi," imbau jenderal bintang dua tersebut.

Dia juga menilai masyarakat perlu mematuhi protokol kesehatan dan tidak mengumpulkan massa dalam jumlah besar. Bersama-sama masyarakat Polda Jateng akan mengdukasi tentang protokol kesehatan dan memberi teguran terukur pada setiap pelanggaran.

"Dengan edukasi tersebut kami berharap penyebaran Covid-19 dapat dicegah dan kesehatan masyarakat dapat terus ditingkatkan dengan giat-giat kampung siaga yang telah bantak terbetuk di seluruh Jawa Tengah," pungkasnya.

Baca Juga:  Moeldoko: Banyak Tokoh Menolak Omnibus Law Tapi Belum Memahami Isinya

Dalam deklarasi tersebut, hadir Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, Irwasda Polda Jateng Kombes Pol Mashudi, dan Rektor Undip, Prof Yos Yohan Utama. Terdapat pula perwakilan ormas dan BEM se-Jawa Tengah.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini