Alami Komplikasi Covid-19, Sukarelawan Uji Coba Vaksin AstraZeneca Meninggal

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 22 Oktober 2020 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 18 2297629 alami-komplikasi-covid-19-sukarelawan-uji-coba-vaksin-astrazeneca-meninggal-8WcboDbScq.jpg Ilustrasi. (Foto: RFI)

RIO DE JANEIRO – Seorang sukarelawan dalam uji coba vaksin virus corona Universitas Oxford di Rio de Janeiro, Brasil telah meninggal karena mengalami komplikasi dari Covid-19, demikian diumumkan otoritas kesehatan Brasil.

Badan Pengawasan Kesehatan Nasional Brasil (Agencia Nacional de Vigilancia Sanitaria, ANVISA), pada Rabu (21/10/2020) mengatakan bahwa pihaknya telah diinformasikan tentang kematian tersebut pada 19 Oktober, bersama dengan rekomendasi agar penelitian dilanjutkan.

BACA JUGA: Uji Coba Vaksin Covid-19 Oxford-Astrazeneca Ditunda Setelah Pesertanya Sakit

Media Brasil tidak mengidentifikasi nama almarhum, hanya mengatakan bahwa dia berusia 28 tahun dan merupakan seorang dokter atau mahasiswa kedokteran, demikian diwartakan RT.

Masih belum diketahui apakah pria itu memakai klien vaksin AstraZeneca atau merupakan bagian dari kelompok kontrol yang memakai plasebo. Data klinis harus dirahasiakan untuk melindungi peserta dan integritas penelitian, kata ANVISA dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan multinasional Inggris-Swedia melakukan uji coba tahap ketiga vaksin Covid-19 bekerja sama dengan Oxford. Studi tersebut berlangsung di Brasil, Inggris, India, dan Afrika Selatan. Pada September, penelitian di Inggris dihentikan karena masalah keamanan, karena penyakit yang tidak ditentukan pada salah satu peserta.

BACA JUGA: Bayar DP Vaksin AstraZeneca, Dana Rp3,7 Triliun Disiapkan

University of Oxford berkomentar bahwa "tidak ada kekhawatiran tentang keamanan uji klinis" setelah penilaian kematian di Brasil.

"Peninjauan independen, selain regulator Brasil, telah merekomendasikan bahwa persidangan harus dilanjutkan," kata juru bicara Oxford Alexander Buxton dalam sebuah pernyataan.

Saham AstraZeneca turun tajam setelah pengumuman tersebut, kehilangan satu dolar per saham, sebelum kembali naik hampir ke level sebelumnya selama sore hari.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini