Kumpulkan Rp11,8 Triliun, Joe Biden Lewati Perolehan Dana Kampanye Trump

Agregasi VOA, · Kamis 22 Oktober 2020 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 18 2297759 kumpulkan-rp11-8-triliun-joe-biden-lewati-perolehan-dana-kampanye-trump-1yswcm6xQJ.jpg Foto: C-SPAN

WASHINGTON DC – Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden mengungguli saingannya petahanan Donald Trump dalam penggalangan dana kampanye, sekira dua pekan menjelang pemilihan presiden AS.

Menurut laporannya kepada Komisi Pemilihan Federal (FEC), komite pemilihan ulang Trump memiliki dana tunai USD63 juta (sekira Rp926 miliar) pada 1 Oktober, dibandingkan dengan USD177 juta (sekira Rp2,6 triliun) milik Biden, menempatkan mantan wakil presiden AS itu unggul 3 banding 1 dalam dana kampanye. Tim kampanye Biden berhasil mengumpulkan USD489 juta (Rp7,1 triliun) pada Agustus dan September, dibandingkan dengan Trump yang hanya mengumpulkan kurang dari USD143 juta (Rp2,1 triliun).

BACA JUGA: Pecahkan Rekor, Kampanye Biden Kumpulkan Rp5,6 Triliun dalam Sebulan 

Secara keseluruhan, kampanye Biden telah mengumpulkan USD809 juta (Rp11,8 triliun), lebih banyak dari kandidat lain dalam sejarah AS, tidak termasuk miliarder Michael Bloomberg. Sementara, menurut Center for Responsive Politics, sebuah pengawas kampanye, organisasi komite pemilihan ulang Trump telah mengumpulkan USD552 juta (Rp8,1 triliun).

Komite partai dan kelompok-kelompok luar telah mengumpulkan dan menghabiskan lebih banyak uang untuk persaingan ini.

Kelebihan dana kandidat dari Partai Demokrat yang belum pernah terjadi sebelumnya telah memungkinkannya untuk mengalahkan pengeluaran kampanye pemilihan kembali Trump yang dulunya cepat, membanjiri televisi dan radio serta media sosial dengan iklan di negara-negara bagian penting pada hari-hari terakhir kampanye.

BACA JUGA: Tinggal 15 Hari Jelang Pilpres, Biden Ungguli Trump dalam Jajak Pendapat 

Keunggulan finansial Biden berarti ia “akan memiliki lebih banyak dana untuk digunakan pada apa saja yang diinginkannya,” kata Douglas Weber, peneliti senior di Center for Responsive Politics di Washington sebagaimana dilansir VOA. “Ini bisa membantu. karena artinya ia punya sumber daya jika ingin berinvestasi di negara-negara bagian yang menentukan”.

Yang jelas, dana saja tidak memenangkan pemilu. Hillary Clinton dari Partai Demokrat kalah dalam pemilihan presiden 2016 meskipun jauh mengalahkan pengeluaran Trump. Namun, kelebihan dana yang ada memberi Biden keuntungan finansial dalam persaingan di negara bagian penting seperti Pennsylvania, Michigan, Wisconsin dan Florida.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini