Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko Diselidiki Terkait Rencana Kudeta

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 22 Oktober 2020 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 18 2297918 mantan-presiden-ukraina-petro-poroshenko-diselidiki-terkait-rencana-kudeta-4bTPjTh35B.jpg Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko. (Foto: TASS)

KIEV - Kantor Kejaksaan Agung Ukraina telah meluncurkan penyelidikan kasus kriminal terkait dugaan rencana kudeta oleh mantan Presiden Petro Poroshenko dan rekan-rekannya. Hal itu diumumkan seorang anggota parlemen oposisi Ukraina, merilis dokumen-dokumen yang relevan.

"Saya menerbitkan dokumen... tentang diluncurkannya penyelidikan atas fakta penyitaan ilegal kekuasaan negara, penggelapan skala besar, dan melegalkan uang 'kotor' oleh kelompok kriminal terorganisir," kata Renat Kuzmin, seorang anggota parlemen dari partai oposisi “For Life” dalam tulisannya di Facebook.

BACA JUGA:  Presiden Petro Poroshenko Kembali Maju di Pilpres Ukraina

Mantan Presiden Poroshenko diduga termasuk dalam “kelompok kriminal terorganisir” yang disebutkan Kuzmin.

Kuzmin juga mencantumkan mantan pejabat Ukraina lainnya termasuk mantan Presiden Alexander Turchinov, mantan Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk, mantan Ketua Parlemen Andriy Parubiy, mantan Menteri Luar Negeri Pavlo Klimkin dan mantan anggota parlemen berpangkat tinggi David Zhvania, di antara terduga komplotan lainnya.

Dia juga melampirkan pindaian jawaban dari Kantor Kejaksaan Agung atas pertanyaannya tentang peluncuran kasus pidana tersebut. Menurut surat kabar, Poroshenko diselidiki atas upaya kudeta pada 2013-2014 dan pada 2020.

Pengusaha kaya itu menjadi presiden Ukraina pada 2014 setelah kerusuhan di Kiev membuat pemimpin negara itu sebelumnya, Viktor Yanukovych, digulingkan dari kekuasaan.

BACA JUGA: Pilpres Ukraina, Pelawak Menang Telak hingga 73% dari Petahana 

Kepresidenannya diwarnai oleh konflik mematikan di Ukraina Timur, penurunan tajam ekonomi negara dan tuduhan korupsi. Tahun lalu, Poroshenko gagal terpilih kembalin setelah kalah telak dari Volodymyr Zelensky, tetapi memilih untuk tetap berada dalam politik Ukraina sebagai ketua partai oposisi Solidaritas Eropa.

Pria berusia 55 tahun itu terlibat dalam berbagai kasus kriminal di Tanah Air, baik sebagai tersangka maupun saksi. Pengacara Poroshenko sebelumnya mengklaim bahwa semua kasus kriminal terhadap klien mereka adalah "palsu" dan tidak memiliki justifikasi hukum, bersikeras bahwa kasus tersebut diluncurkan dan diselidiki dengan tujuan semata-mata untuk "menekan oposisi".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini