JAKARTA - Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengungkapkan, belum ada laporan gempa susulan, setelah gempa Magnitudo (M) 5,9 di Pangandaran, Jawa Barat.
"Hingga hari Minggu, 25 Oktober 2020 pukul 08.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," kata Rahmat dalam keterangannya, Minggu (25/10/2020).
Dia menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa M 5,9 Pangandaran memiliki parameter update M 5,5. Episenter gempa tersebut pada koordinat 8,2 LS dan 107,86 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 Km arah barat daya Pangandaran, dengan kedalaman 62 Km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik," jelas Rahmat.
