BMKG: Belum Ada Gempa Susulan di Pangandaran

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 25 Oktober 2020 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 525 2299159 bmkg-belum-ada-gempa-susulan-di-pangandaran-2q1PFljdfX.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengungkapkan, belum ada laporan gempa susulan, setelah gempa Magnitudo (M) 5,9 di Pangandaran, Jawa Barat.

"Hingga hari Minggu, 25 Oktober 2020 pukul 08.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," kata Rahmat dalam keterangannya, Minggu (25/10/2020).

Dia menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa M 5,9 Pangandaran memiliki parameter update M 5,5. Episenter gempa tersebut pada koordinat 8,2 LS dan 107,86 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 Km arah barat daya Pangandaran, dengan kedalaman 62 Km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik," jelas Rahmat.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Rahmat mengimbau masyarakat yang terdampak gempa Pangandaran tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,9 Pangandaran Terasa hingga Yogyakarta

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," tutur Rahmat.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini