Polisi Bongkar Aksi Komplotan Penjarah Kuburan China

Solichan Arif, Koran SI · Selasa 27 Oktober 2020 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 519 2300298 polisi-bongkar-aksi-komplotan-penjarah-kuburan-china-0dzA5orlxl.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

KEDIRI - Aksi komplotan pencuri spesialis fragmen relief pada Kompleks Makam Bong China Kota Kediri, Jawa Timur dibongkar aparat kepolisian setempat. Penangkapan empat pelaku beserta sejumlah barang bukti, bermula dari laporan salah satu keluarga yang mengaku kehilangan relief pada nisan kuburan salah satu anggota keluarga mereka.

"Dari hasil penyelidikan kami berhasil menangkap empat orang pelaku," ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana kepada wartawan Selasa (27/9/2020).

Baca Juga:  Polisi Ringkus 2 Jambret Bocah Pesepeda di Ciputat

Keempat pelaku yang telah diamankan tersebut adalah IS warga Kelurahan Pojok, Mojoroto, Kota Kediri. Kemudian, TH dan AC warga Jombang dan KS warga Desa Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.

Selain barang bukti relief, polisi juga mengamankan satu unit truk bernomor polisi S 8970 ND yang diduga dipakai mengangkut hasil kejahatan. Di depan petugas para pelaku mengaku telah menggangsir delapan makam di kompleks Bong Cina Kota Kediri. Bong Cina merupakan kompleks pemakaman khusus keturunan Tionghoa di Kediri.

Penjarahan tidak hanya sekali. Dalam aksi pertama mereka berhasil membawa kabur 10 relief dan dua patung singa. Penjarahan berikutnya pelaku berhasil menggondol 15 relief.

"Pelaku mengaku telah beraksi sebanyak tiga kali dengan mencuri 27 relief," terang Miko Indrayana.

Dalam pemeriksaan, para pelaku juga mengatakan, ada seseorang yang selalu memesan hasil jarahan mereka. Yang bersangkutan yang diduga sebagai penadah sekaligus kolektor benda Bong Cina tersebut, merupakan warga luar Kota Kediri.

"Kita masih memburu pelaku dari luar Kota Kediri," tegas Miko Indrayana.

Baca Juga:  Puluhan Lampu Penerangan Jalan Umum Raib Digondol Pencuri 

Sementara atas perbuatannya para pelaku penjarahan makam Bong Cina terancam Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini