Beliau kata Quraish, memiliki gigi yang jarang. Dan ada pula giginya yang patah akibat terkena tombak pada saat perang.
Sementara tubuhnya berotot dan selalu tampil segar. Bahkan melihatnya caranya berjalan dilukiskan seperti jalan di dataran rendah.
"Kalau berbicara sering kali mengulang pembicarannnya tiga kali. Dan beliau selalu berusaha untuk menggunakan dialek mitra bicaranya. Kalau berbicara sering kali memukul telapak tangan kiri beliau dengan jari telunjuknya," ujar Quraish.
Nabi lanjutnya, juga tertawa dan sering tersenyum. Namun saat tertawa ia tidak terbahak-bahak meskipun hal yang disampaikan sangat lucu.
(Khafid Mardiyansyah)