Dituduh Nodai Alquran, Seorang Pria Tewas Dihakimi Massa dan Dibakar

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 30 Oktober 2020 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 30 18 2301578 dituduh-nodai-alquran-seorang-pria-tewas-dihakimi-massa-dan-dibakar-V66hQ2prHZ.jpg Foto: Okezone.

DHAKA - Ratusan orang di sebuah kota di Bangladesh memukuli dan menghakimi seorang pria yang diduga telah menodai Alquran hingga tewas. Massa yang marah kemudian membakar jasad pria yang tewas itu.

Menurut keterangan polisi, pada Kamis (29/10/2020) massa menangkap dua pria yang telah ditahan resmi setelah dituduh menginjak Alquran di masjid utama Burimari, Distrik Lalmonirhat, lebih dari 300 kilometer barat laut Ibu Kota Dhaka.

BACA JUGA: Aksi Bakar Alquran Picu Kerusuhan di Kota Swedia

"Mereka memukuli satu orang hingga tewas dan kemudian membakar mayatnya," kata Kepala Polisi Distrik Abida Sultana kepada kantor berita AFP.

Dilaporkan kantor berita DPA, Sultana mengatakan bahwa kedua pria itu mengatakan kepada imam di masjid bahwa pejuang garis keras mungkin menyimpan senjata ilegal di dalam gedung. Kedua pria itu kemudian mencoba mencari senjata di rak tempat menyimpan Alquran dan Hadits, dengan cara yang menurut imam tidak menghormati kitab suci.

Terjadi pertengkaran dan penduduk setempat awalnya mengurung kedua pria itu di sebuah ruangan.

Beberapa ratus orang kemudian bergegas ke tempat kejadian pada malam hari dan membawa salah satu pria ke daerah terdekat di mana mereka memukulinya dan membakar mayatnya, kata Sultana.

Polisi menemukan mayat pria yang hangus itu, kata pejabat pemerintah daerah Abu Newaz Nishat.

BACA JUGA: Puluhan Ribu Orang Gelar Demonstrasi Anti-Prancis di Bangladesh

Rekaman serangan itu menjadi viral di media sosial tak lama setelah insiden itu.

Korban berusia 35 tahun itu dilaporkan berjuang dengan masalah psikologis setelah dia baru-baru ini kehilangan pekerjaannya sebagai pustakawan di sebuah perguruan tinggi di distrik tetangga Rangpur, kata Nishat.

Polisi tidak menemukan senjata apa pun di masjid dan pria kedua ditahan oleh polisi.

Desas-desus dan takhayul sering mengarah pada insiden kekerasan di Bangladesh. Lebih dari 50 orang tewas dalam pemukulan massa pada 2019, menurut pengawas hak asasi manusia, Ain o Salish Kendra.

Insiden itu juga terjadi di tengah kemarahan yang memuncak di negara mayoritas Muslim itu atas dugaan komentar Islamofobia yang dibuat oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Puluhan ribu orang ambil bagian dalam demonstrasi anti-Prancis di Ibu Kota Dhaka dan kota pelabuhan Chittagong pekan ini, menyerukan boikot produk Prancis. Demonstrasi yang lebih besar dilakukan pada Jumat (30/10/2020) setelah sholat Jumat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini