Hati-Hati di Tanjakan Naga, Tak Ramah Bagi Pengemudi Pemula

Adi Haryanto, Koran SI · Sabtu 31 Oktober 2020 22:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 525 2302142 hati-hati-di-tanjakan-naga-tak-ramah-bagi-pengemudi-pemula-hB67ACRakf.jpg Tanjakan Naga, salah satu jalur rawan kecelakaan di antara bandung-Lembang (Foto : SIndonews.com)

BANDUNG BARAT - Jalur alternatif Bandung-Lembang melalui Punclut atau sebaliknya, menjadi salah satu jalan yang banyak dilalui untuk menghindari kemacetan di ruas jalan utama Setuabudi-Lembang.

Namun dibalik rutenya yang lebih pendek serta keindahan panoramanya, jalur ini ternyata menyimpan kerawanan. Ini dikarenakan keberadaan jalan menanjak dan berkelok sepanjang 200 meter yang oleh warga sekitar disebut Tanjakan Naga.

Dikatakan begitu, karena jalannya yang menanjak, sempit berkelok, dan berbahaya, seperti naga. Tidak jarang kendaraan baik motor atau mobil harus menyerah karena tidak kuat menanjak saat melintasi jalur alternatif tersebut. Terlebih saat kondisi sedang hujan lebat dan macet.

"Setiap harinya selalu ada mobil atau motor yang mogok di tengah jalan karena tak kuat menanjak," kata warga sekitar Rahman, Sabtu (31/10/2020).

Dia menyarankan, bagi pengemudi yang baru bisa mengendarai mobil atau motor sebaiknya berpikir dua kali kalau mau menempuh rute ini. Perlu kesabaran dan pengemudi yang mahir untuk bisa sukses melahap tanjangan sepanjang 200 meter tersebut.

"Jika tidak, biasanya kendaraan mati mesin di tengah jalan, mogok, atau mundur lagi," sambungnya.

Baca Juga : Sejumlah Pemotor Tergelincir Akibat Tanah Proyek Bikin Jalan Licin

Pada akhirnya, karena sering terjadi kejadian seperti itu warga mulai inisiatif menyiapkan ganjal. Aksi ganjal atau dorong mobil dan motor sering terlihat terutama saat weekend atau libur panjang seperti sekarang ini. Pasalnya banyak warga yang melalui jalur Punclut untuk wisata ke Lembang atau wisata kuliner.

"Di sini memang banyak tempat istirahat, makan, atau rekreasi. Jadi sebelum ke Lembang biasanya santai dulu di Punclut. Lama ke lamaan banyak yang tahu jalan sini jadi sering macet," ucapnya seraya mengaku kadang ada pengemudi yang memberi uang ketika dibantu saat mobilnya mogok.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini