Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Dilepasliarkan

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Selasa, 03 November 2020 |15:22 WIB
Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Dilepasliarkan
Harimau Sumatera dilepasliarkan (Foto : BKSDA Sumatera Utara)
A
A
A

MEDAN - Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, melepasliarkan seekor harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) di kawasan hutan di Kappi, yang merupakan Zona Inti Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Pelepasliaran harimau berjenis kelamin betina itu dilakukan pada Selasa pagi tadi.

Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi menyebutkan, harimau yang diberi nama Sri Nabila itu, merupakan harimau yang berhasil dijerat dari Desa Tapus Sipagimbal, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan pada tanggal 24 Agustus 2020 lalu.

"Harimau ini berhasil kita jebak masuk ke kandang setelah sebelumnya menyerang ternak warga di Tapanuli Selatan," sebut Hotmauli dalam keterangan resminya, Selasa (3/11/2020).

Hotmauli menyebutkan pemilihan TNGL sebagai lokasi pelepasliaran karena kawasan tersebut dinilai sangat cocok untuk Sri Nabilla. Mengingat di lokasi tersebut juga banyak ditemukan harimau.

"Kappi - TNGL tepatnya di Cempege adalah habitat harimau sumatera. Dimana Luas lokasi ini ± 4 Ha, ketinggian 1.320 mdpl, datar, terbuka dan berbatu, dan bagian dari zona inti TNGL yang menyatu dengan hutan zona inti TNGL. Lokasi ini dekat sumber air dan terdapat saltlick yang tersebar," ujar Hotmauli.

Selain itu, ia juga menyebutkan di lokasi tersebut juga ditemukan tanda-tanda keberadaan satwa mangsa seperti rusa, kijang dan kambing hutan.

"Sebelum dilakukan lepas liarkan, petugas sudah melakukan pembersihan jerat agar harimau yang dilepasliarkan tidak terjerat," tuturnya.

Baca Juga : Bioskop di Makassar Dibuka, Sanksi Serius Menanti Jika Melanggar Protokol Kesehatan

Baca Juga : BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Bogor 3 Hari ke Depan

Sebelum tiba di TNGL, kata Hotmauli, Sri Nabilla dibawa melalui jalur darat dari Sanctuary Harimau Barumun Nagari, Aek Godang, Barumun, Tapanuli Selatan. Lalu ke Sipirok,Siborong-borong, Dolok Sanggul, Sidikalang (Sumatera Utara). Kemudian menuju Aceh melalui Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara dan terakhir ke Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues Aceh di Bandara Patiambang.

"Dengan memakan waktu kurang lebih 20 jam. Selama dalam perjalanan darat, harimau tersebut selalu dimonitor oleh Tim BBKSDA Sumut dan Tim Medis oleh," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement