Lapor ke Mahkamah Agung, Trump Ingin Penghitungan Suara Dihentikan

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Rabu 04 November 2020 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 18 2304121 lapor-ke-mahkamah-agung-trump-ingin-penghitungan-suara-dihentikan-JMO4wShv1K.jpg Donald Trump. (Foto: Reuters)

PHILADELPHIA - Pemilu Amerika Serikat (AS) telah rampung dan menyisakan penghitungan cepat. Dalam perhitungan cepat tersebut, Joe Biden tercatat menang tipis atas Donald J Trump.

Presiden Donald Trump menyebut proses tersebut sebagai penipuan terbesar, meskipun dia tidak memberikan bukti kecurangan. Dia pun bermaksud ke Mahkamah Agung untuk menghentikan penghitungan surat suara melalui kotak resmi.

“Kami ingin hukum digunakan dengan cara yang tepat, jadi kami akan pergi ke Mahkamah Agung AS. Kami ingin semua pemungutan suara dihentikan," kata Trump seperti dilansir dari independent.

"Kami tidak ingin mereka menemukan surat suara pada pukul empat pagi dan memasukannya ke daftar penghitungan," tambah dia.

Menurutnya, ada sekelompok orang yang tengah mencoba mensabotase perhitungan suara yang telah dimenangkan oleh dirinya. "Terus terang, kami memenangkan pemilihan ini," kata Trump kepada pendukungnya.

Memang, beberapa hari sebelum pemilihan, Presiden Trump mengisyaratkan kampanye pemilihan kembali dan mencoba strategi hukum yang agresif, untuk mencegah Pennsylvania menghitung surat suara yang dikirim dan diterima dalam tiga hari setelah pemilihan.

Perpanjangan tiga hari memang sesuai dengan pengadilan tertinggi Pennsylvania. Mahkamah Agung pun menolak untuk memblokir keputusan tersebut, tetapi beberapa hakim konservatif telah mengindikasikan bahwa mereka dapat meninjau kembali masalah tersebut setelah pemilihan.

Ada sekira 20 negara bagian mengizinkan surat suara dihitung terlambat, tetapi badan legislatif yang dikontrol Republik Pennsylvania tidak mengizinkan perpanjangan, bahkan dengan peningkatan dalam surat suara yang dikirim karena pandemi virus corona. Perpanjangan batas waktu pemungutan suara serupa telah mengakibatkan perkelahian di pengadilan di Minnesota dan North Carolina. (mrt)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini