Bisakah Penghitungan Surat Suara Pemilu Amerika Dihentikan Mendadak?

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Kamis 05 November 2020 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 18 2304613 bisakah-penghitungan-surat-suara-pemilu-amerika-dihentikan-mendadak-O5CRp10uNO.jpg Donald Trump. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Calon Presiden Amerika Serikat (AS) meminta Mahkamah Agung untuk menghentikan penghitungan surat suara fisik. Pasalnya, Trump menilai adanya kecurangan terjadi dengan penghitungan surat suara tersebut.

Pemilu di Amerika tahun ini berbeda dengan sebelumnya, lantaran adanya pandemi Covid-19. Biasanya, para pemilih akan datang untuk memilih secara langsung, tapi kali ini para pemilih bisa memberikan suara mereka lewat pos.

Masalahnya, memilih lewat pos akan menghabiskan banyak waktu untuk verifikasi. Memang, beberapa negara bagian membolehkan para pemilih mengirimkan surat suara tersebut beberapa hari hingga minggu sebelum tanggal pemilihan, tapi ada juga negara bagian yang hanya membolehkan pengiriman surat pada 3 November.

Lantas, bisakah Trump menghentikan penghitungan surat suara sebelum masuk? Lonna Atkeson, direktur Pusat Studi Pemungutan Suara, Pemilu, dan Demokrasi di Universitas New Mexico, mengatakan jarang sekali ada gugatan hukum setelah pemilihan.

Biasanya, para calon akan menerapkan strategi kedua, yakni menghentikan penghitungan berdasarkan kualifikasi surat suara. Trump pun nampaknya merujuk pada upaya itu, ketika dia menyarankan Demokrat untuk mengajukan gugatan.

Jika pengacara Trump berusaha menghentikan penghitungan di yurisdiksi tertentu, Atkeson mengatakan tim presiden harus menunjukkan alasan spesifik untuk mengambil tindakan itu.

“Hakim biasanya cenderung tidak akan turun tangan dan menghentikan penghitungan, hanya karena Anda ingin melihat apa yang sedang terjadi,” kata Atkeson seperti dilansir dari USA Today.

"Saya tidak melihat hakim terbuka untuk hal seperti itu. Biasanya, strateginya adalah mengejar surat suara yang belum dihitung," tambah dia.

Michael McDonald, seorang profesor ilmu politik di Universitas Florida, mengatakan pengacara Trump kemungkinan akan berusaha untuk mendiskualifikasi surat suara. Namun, dia mengatakan hakim enggan mengurangi surat suara.

"Setelah surat suara dihitung dan digabungkan dengan yang lain, akan sangat sulit untuk menantang atau merekayasa ulang bagaimana surat suara itu diserahkan," kata McDonald.

“Saya pikir para juri akan sangat skeptis. Sejauh ini, satu-satunya dugaan penipuan di sini adalah bahwa Trump mengatakan itu penipuan. Itu bukan bukti," katanya. (mrt)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini