Trump Layangkan Gugatan, Penghitungan Suara di Negara Bagian Terus Berlanjut

Agregasi BBC Indonesia, · Kamis 05 November 2020 23:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 18 2304994 trump-layangkan-gugatan-penghitungan-suara-di-negara-bagian-terus-berlanjut-TV7Mu7xfj1.jpg Foto: Illustrasi BBC Indonesia

WASHINGTON - Penghitungan suara di sejumlah negara bagian terus berlanjut untuk menentukan siapa yang akan menuju Gedung Putih, petahana Donald Trump atau Joe Biden.

Namun dalam perhitungan suara tersebut, tim kampanye Trump telah melayangkan gugatan di Wisconsin, Georgia, Pennsylvania, dan Michigan.

Diketahui, Biden saat ini memimpin dengan 243 suara elektoral sementara Trump meraih 214. Kandidat harus meraih 270 suara elektoral untuk menuju Gedung Putih.

Negara bagian yang ditunggu hasilnya adalah Arizona, Georgia, Nevada, Pennsylvania, North Carolina dan Wisconsin.

Baca juga:

Quick Count Pilpres AS, Trump Menang di Alabama, Perkecil Selisih dengan Biden 

Pilpres AS, Lonjakan Suara Pemuda Kulit Berwarna Jadi Berkah untuk Biden 

Bawa Senjata Api, Ratusan Pendukung Trump Berdemonstrasi di Pusat Pilpres Arizona

Ada sejumlah skenario bagi masing-masing kandidat untuk menang.

Untuk meraih 270 suara elektoral Trump bsa menang tanpa Wisconsin (10 suara elektoral), tapi ia harus menang di Georgia (16 suara), North Carolina (15), Pennsylvania (20), dan salah satu antara Arizona (11) atau Nevada (6).

Biden bisa menang tanpa Pennsylvania (hasil di negara bagian ini diperkirakan belum bisa segera) namun ia perlu menang di Arizona, Georgia dan Nevada.

Sejumlah media di AS telah memproyeksikan kemenangan Biden di Wisconsin dan Arizona, namun BBC - melalui mitra monitor - melihat hasil di sana masih terlalu awal untuk dipastikan. Dengan kemeangan di Wisconsin, Biden hanya perlu menang di Arizona dan Nevada saja.

Di Georgia, para pejabat mengatakan, mereka akan terus menghitung sampai semua suara terhitung. Trump memimpin namun keunggulannya menipis, turun menjadi hanya 24.000, menurut laporan New York Times.

Di Nevada, selisih sangat tipis dan Biden memimpin dengan hanya kurang dari 8.000 suara. Para pejabat mengatakan hasil berikutnya akan diumumkan pada sekitar pukul 09:00 pagi waktu setempat (24:00 WIB) Kamis (05/11).

Di Pennsylvania, keunggulan besar Trump menurun. Dengan sekitar 90% suara yang dihitung pada menjelang tengah malam Rabu (12:45 WIB), Trump masih unggul 164.414 suara.

Di Arizona, Biden unggul sekitar 80.000 suara dan hasil lebih lanjut akan muncul hari Kamis (05/11). Di North Carolina, sebagian besar suara telah dihitung, dan Trump unggul sekitar 77.000 suara.

Mitra BBC, Reuters belum memastikan kemenangan di Wisconsin dengan keunggulan Joe Biden lebih dari 20.000 suara. Namun media lain telah memastikan Biden menang.

Joe Biden mengatakan Rabu (04/11), dia meyakini dirinya berada dalam jalur yang tepat untuk mengalahkan Trump.

Jumlah pemilih yang menggunakan suaranya dalam pilpres kali ini diperkirakan yang tertinggi dalam 120 tahun terakhir yakni 66,9%, menurut US Election Project.

Biden mengantungi dukungan dari 70,5 juta pemilih, angka terbanyak dari yang pernah diraih seorang kandidat presiden sepanjang sejarah AS. Adapun Trump meraih sokongan dari 67,2 juta pemilih, empat juta lebih banyak dari yang dia raih pada 2016 silam.

Persaingan ketat ini berlangsung di tengah pandemi virus corona, yang mencapai rekor harian 103.000 kasus pada Rabu (04/11), menurut Covid Tracking Project.

Tanpa menyatakan telah menang, Biden menegaskan keyakinannya bahwa pihaknya akan berjaya. Biden diproyeksikan memperoleh suara terbanyak di Michigan, salah satu negara bagian kunci pertarungan.

"Saya di sini tidak untuk menyatakan kemenangan, tetapi saya di sini untuk melaporkan bahwa ketika penghitungan rampung, kami yakin kamilah pemenangnya," kata Biden.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini