Orangtua Murid Tewas Dibunuh Gara-Gara Pertengkaran Soal PR di Grup WhatsApp

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 06 November 2020 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 18 2305264 orangtua-murid-tewas-dibunuh-gara-gara-pertengkaran-soal-pr-di-grup-whatsapp-5iMQFu6fTM.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Di hari yang sama, Roman dan seorang rekan wanita pergi ke cabang bank terbesar Rusia, Sberbank, untuk pertemuan bisnis. Tetapi saudara laki-laki Anna, Arman Melkonyan, (30), segera mendatangi bank itu bersama Arsen dan seorang pria lain.

Ketiganya diduga menyerang Roman dan video setelah serangan itu menunjukkan Roman terbaring tak sadarkan diri di lantai.

Seorang dokter terdekat memberikan pertolongan pertama, tetapi tengkorak Roman hancur dalam serangan itu dan dia meninggal di rumah sakit setelah mengalami koma setelah operasi.

Dalam video dari Komite Investigasi Rusia, Melkonyan mengaku melakukan pembunuhan tersebut.

Anna dan Roman saat difoto dalam acara sekolah anak-anak mereka. (sosmed)

"Selama percakapan dengan saudara perempuan saya, Roman menghinanya... Saya menelepon dia, dia berkata untuk datang ke Sberbank,” kata Melkonyan.

"Saya datang… dia menghina saya dan saya memukul kepalanya beberapa kali, dan dia roboh, lalu saya pergi."

Ditanya apakah dia mengakui kesalahannya, Melkonyan menjawab: "Ya."

Mantan istri Roman, Alla, mengatakan Anna telah mencoba menghubungi saudara perempuan Roman untuk "meminta maaf". Tetapi saudara perempuan Roman mengatakan bahwa "tidak ingin berkomunikasi dengannya".

"Anna tidak menelepon orang lain," katanya. "Tidak ada yang menghubungi saya, meskipun dia tahu nomor telepon saya.

"Tidak ada yang meminta maaf dari keluarga kami.

"Sekarang para pelaku sama sekali tidak berhubungan. Mereka mematikan ponsel, tidak ada yang bisa menghubungi mereka."

Seorang teman keluarga mengatakan bahwa putri Roman Yana sangat dekat dengan ayahnya.

Detektif mengatakan korban mengalami retak tengkorak dalam serangan itu dan Melkonyan akan didakwa menyebabkan cedera yang mengakibatkan kematian. Dia menghadapi ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini