Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG: Gempa M5,1 di Mamuju Tengah Tidak Berpotensi Tsunami

Komaruddin Bagja , Jurnalis-Sabtu, 07 November 2020 |09:13 WIB
BMKG: Gempa M5,1 di Mamuju Tengah Tidak Berpotensi Tsunami
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Gempa bumi magnitudo 5,1 mengguncang Mamuju Tengah pada Sabtu (7/11/2020) pukul 06.41.48 WIB, tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=4,8. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,98 LS dan 119,33 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 21 km arah Barat Daya Kota Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan jenis dan mekanisme gempa bumi. Menurutnya, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Mamuju (Mamuju Thrust).

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust-fault)," ujar Rahmat lewat keterangan persnya, Sabtu (7/11/2020).

Ia melanjutkan, guncangan gempa ini dirasakan di daerah Mamuju Tengah III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Mamuju Utara, Mamuju dan Pasangkayu III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah.

"Terasa getaran seakan akan truk berlalu. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi Tsunami," tuturnya.

Baca Juga : Sakit Hati Pacar Digoda, ABG Bunuh Temannya

Hingga pukul 07.25 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," imbaunya.

Rahmat juga meminta masyarakat memeriksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement