Eks Kepala Intelijen Saudi: Biden Akan Kecewakan Rakyat Palestina

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 08 November 2020 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 08 18 2306107 eks-kepala-intelijen-saudi-biden-akan-kecewakan-rakyat-palestina-jTeSQnUUR7.jpg Biden diyakini tidak akan membatalkan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. (Foto: Sputnik)

MANTAN Kepala Badan Intelijen Arab Saudi, Pangeran Turki Al-Faisal mengatakan bahwa Joe Biden akan mengecewakan rakyat Palestina jika terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Hal itu disampaikan sang pangeran sebelum Biden diumumkan sebagai pemenang Pilpres AS.

Berbicara di Beirut Forum di Abu-Dhabi, Pangeran Al-Faisal menyampaikan bahwa Biden tidak akan membatalkan tindakan yang diambil Trump untuk mendukung Israel, seperti mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

“Saya pikir jika Biden menjadi presiden, dia tidak akan mundur dari Abraham Accords,” kata Al Faisal sebagaimana dilansir Middle East Monitor. Dia mengacu pada kesepakatan normalisasi Israel dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Dia menekankan: "Yang mengkhawatirkan saya adalah bahwa saudara dan teman Palestina akan kecewa jika mereka mengira Biden akan berbeda dari Trump."

Pada saat yang sama, Al-Faisal menggarisbawahi janji Biden bahwa dia akan mengubah kebijakan Trump terkait penarikan AS dari kesepakatan nuklir Iran.

BACA JUGA: Harris Sebut AS Bakal Cabut Kebijakan Kontroversial Trump, Pulihkan Palestina

Sebelumnya, pasangan kampanye Biden, Kamala Harris, mengatakan bahwa mantan Wakil Presiden AS itu akan mencabut kebijakan kontroversial Trump terkait Palestina dan Timur Tengah jika terpilih sebagai Presiden ke-46 AS. Dia juga menekankan komitmennya dan Biden pada solusi dua negara untuk penyelesaian masalah Israel-Palestina.

“Kami berkomitmen pada solusi dua negara, dan kami akan menentang setiap langkah sepihak yang merusak tujuan itu. Kami juga akan menentang aneksasi dan perluasan pemukiman," ungkap Harris dalam wawancara dengan Arab News pekan lalu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini