Seorang Pengedar Sabu 20 Kg Tewas Ditembak

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Senin 09 November 2020 23:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 340 2306908 seorang-pengedar-sabu-20-kg-tewas-ditembak-JvSalzhye9.jpg Foto: Okezone.com/Banda

PEKANBARU - Polda Riau mengungkap jaringan narkoba, dan berhasil menyita 20 Kg narkoba jenis sabu. Dalam pengungkapan ini, dua orang meninggal dunia.

Satu pelaku meninggal dunia adalah Hendra, dan satu lagi adalah Syafrudin Efendi yang merupakan narapidana kasus narkoba. Hendra mati ditembak sedangkan Syafrudin mati di tahanan Lapas Kelas IIA Pekanbaru.

"Satu pelaku yang meninggal adalah supir. Dia menerobos blokade anggota kita yang akan menangkap. Sempat dibawa ke rumah sakit, namun saya baru dapat kabar, tadi pelaku meninggal dunia," kata Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi, Senin (9/11/2020).

Dia mengatakan, tadi tim gabungan dari Polda Riau dan Polres Bengkalis melakukan pengintaian dan penyergarapan terhadap komplotan jaringan narkoba. Petugas yang sudah mengintai selama 14 hari akhirnya melihat mobil Daihatsu Xenia yang Arifin Ahmad Sepahat Kecamatan Bukit Baru Kabupaten Bengkalis. Petugas melakukan penghadangan.

Namun saat dihadang, pelaku nekat menabrak kendaraan petugas yang mengadang. Tidak mau kehilangan buruan, petugas melakukan pengejaran. Supir yang membawa 20 Kg sabu itu tidak mau berhenti. Petugas akhirnya menembak bagian samping mobil. Peluru menembus tubuh pelaku. Mobil pelaku akhirnya berhasil dihentikan.

Di dalam mobil tersebut ada dua orang yakni Hendra yang tertembak dan Syamsul Bahri. Polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Simson di Kabupaten Pelalawan yang merupakan jaringan mereka.

"Untuk Simson ini, dia mengaku sebagai anggota polisi, padahal bukan. Dia mengaku kepada jaringannya kalau sudah mengamankan semua aparat di jalur yang akan dilintasi. Mereka rencana membawa 20 sabu itu ke Kota Dumai," tukasnya.

Petugas pun melakukan pengembangan. Dari hasil pengakuan kedua pelaku yang masih hidup, narkoba itu dikendalikan oleh Napi Syafrudin.

"Saat akan kita kembangkan di Lapas Pekanbaru, napi kasus narkoba itu meninggal dunia. Dia muntah darah. Pihak Lapas mengatakan kalau Syafrudin ini sudah sakit lama," ucap jenderal bintang dua ini.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini